Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB
Wamenkeu Juda Agung saat Media Gathering di Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
BACA 10 DETIK
  • Kementerian Keuangan menyatakan peningkatan kualitas SDM dan penguasaan teknologi sangat penting agar Indonesia terlepas dari jebakan pendapatan menengah.
  • Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan hal tersebut dalam Media Gathering Kemenkeu di Bogor pada Kamis, 1 Oktober 2026.
  • LPDP memperluas daftar 14 universitas tujuan prioritas khusus bidang sains dan teknologi untuk mendukung delapan sektor industri strategis nasional.

Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penguasaan teknologi untuk memanfaatkan bonus demografi agar Indonesia bisa terlepas dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyampaikan bahwa kunci utama agar Indonesia dapat bertransformasi menjadi negara maju adalah melalui produktivitas SDM yang disokong oleh pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

"Kalau kita enggak ke sana, maka kita benar-benar bisa terjebak dalam middle income trap," katanya dalam Media Gathering Kemenkeu di Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).

Maka dari itu, Juda menilai kalau Pemerintah mendorong pendidikan berbasis STEM untuk pengetahuan dasar. Ia berpendapat kalau itu menjadi kunci dalam mendorong produktivitas sehingga keluar dari middle income trap.

Belajar dari negara lain, Juda menjelaskan bahwa tidak banyak negara berpendapatan menengah yang mampu menembus status sebagai negara maju. Kebanyakan negara, seperti di kawasan Amerika Latin misalnya, justru terjebak dalam durasi yang panjang akibat kurangnya fokus pada teknologi dan produktivitas.

"Amerika Latin hampir semua terjebak di dalam middle income trap. Nah kita kan bisa belajar dari sini. Kuncinya adalah di teknologi, di human  resources, yang pada akhirnya adalah productivity, pada akhirnya growth," jelasnya.

Di sisi lain, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) selaku special mission vehicle Kemenkeu memperluas daftar universitas tujuan prioritas dengan menambahkan 14 kampus terbaik dunia yang dikhususkan untuk penerima beasiswa di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Kebijakan ini dilakukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan delapan sektor industri strategis nasional.

Kepala Sub Divisi Komunikasi LPDP, Risqi Sita Novanti, mengatakan sebelumnya pemerintah hanya menetapkan 17 universitas unggulan sebagai tujuan prioritas beasiswa untuk seluruh bidang studi. Kini, daftar tersebut diperluas dengan tambahan 14 universitas yang difokuskan bagi calon penerima beasiswa STEM.

"Kalau dulu cuma ada 17 universitas unggul. Sekarang ditambahkan lagi 14 universitas lainnya untuk bidang STEM," kata Risqi di Jakarta Kreatif Festival, Jakarta, Minggu (5/7/2026).

Menurut Risqi, perluasan daftar kampus merupakan bagian dari penyesuaian arah kebijakan LPDP agar sejalan dengan program prioritas pemerintah, khususnya dalam mendukung pengembangan delapan sektor industri strategis.

"Sekarang untuk prioritas kita harus mendukung program prioritas nasional supaya selaras untuk mendukung delapan industri strategis seperti ketahanan pangan, ekonomi kreatif, industrialisasi," ujarnya.

Tak hanya memperluas pilihan universitas, LPDP juga memperlebar cakupan program studi prioritas. Selain bidang STEM, sejumlah disiplin ilmu yang berkaitan langsung dengan pembangunan nasional kini ikut diprioritaskan.

"Mayoritas kita prioritaskan untuk bidang STEM, yaitu science, technology, engineering, mathematics. Dan juga STEM related seperti law, economics, public policy dan public administration," kata Risqi.

Ia berharap kebijakan tersebut memberi lebih banyak pilihan bagi calon penerima beasiswa sekaligus menghasilkan lulusan yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan Indonesia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com