Suara.com - PSSI disebut-sebut telah melakukan blunder jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Timnas Indonesia terancam akan mengalami kerugian.
Timnas Indonesia akan menjalani putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada November 2023 ini. Skuad Garuda dijadwalkan bertanding melawan Irak dan Filipina.
Timnas Indonesia tak mendapatkan jatah bermain di kandang pada saat laga melawan Irak dan Filipina. Sebenarnya skuad asuhan Shin Tae-yong memiliki slot untuk bermain di kandang saat melawan Filipina.
Namun, PSSI disebut-sebut meminta untuk menukar status kandang dengan Filipina.
Hal ini ternyata membuat salah satu media Vietnam, Soha.vn turut menyorotinya. Mereka menilai langkah PSSI disebut blunder dan berpotensi membuat kerugian untuk Timnas Indonesia.
"Timnas Indonesia di luar dugaan proaktif meminta jadwal kualifikasi Piala Dunia 2026 diubah agar tidak bermain kandang pada seri November 2023,” tulis Soha.vn.
“Alasan yang dikemukakan PSSI atas keputusan perubahan tanggal tersebut adalah karena putaran final Piala Dunia U17 akan berlangsung di Indonesia pada bulan November dan PSSI ingin suporter berkumpul di stadion turnamen ini untuk mencetak poin dengan FIFA sedang dalam proses penyelenggaraan turnamen kelas dunia,” sambung mereka.
Jadi Timnas Indonesia tak mendapatkan jatah bermain di kandang pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 di November ini.
Timnas Indonesia akan bermain di Basra International Stadium pada 16 November 2023. Kemudian mereka terbang ke Rizal Memorial Stadium untuk mempersiapkan laga melawan Filipina pada 21 November 2023.
Baca Juga: Jelang Bentrok, Pelatih Ekuador Beri Pujian Setinggi Langit ke Timnas Indonesia U-17
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi