Suara.com - Pelatih Timnas Jepang U-17, Yoshiro Moriyama, mengakui bahwa hujan deras memainkan peran penting dalam kemenangan timnya melawan Polandia U-17.
Pertandingan perdana grup D Piala Dunia U-17 2023 di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (11/11/2023), berlangsung dramatis setelah tertunda sementara di menit ke-60 akibat hujan deras.
Setelah pertandingan dilanjutkan, Jepang berhasil memimpin dengan skor 1-0 melalui gol Rento Takaoka di menit ke-76.
Moriyama Yoshiro, pelatih tim, mengungkapkan bahwa mereka berhasil memotivasi pemain selama jeda, melakukan perubahan strategi, dan mengambil keuntungan dari situasi cuaca.
"Kami memanfaatkan delay untuk memotivasi pemain. Kami pun melakukan perubahan pada pemain dan memang timingnya bagus," ungkap Moriyama Yoshiro.
Sang pencetak gol, Rento Takaoka, masuk sebagai pengganti Gaku Nawata di menit ke-69, dan Moriyama memberi pujian pada energi yang dimiliki Takaoka.
Meskipun mengakui kesulitan melawan Polandia, Moriyama menyatakan kebahagiaannya atas kemenangan ini.
Pada babak pertama, timnya mengalami kesulitan dalam mengendalikan bola, namun dengan beberapa perubahan strategi dan mentalitas pemain, mereka berhasil membalikkan keadaan.
Baca Juga: Jelang Timnas Indonesia vs Panama, Radja Nainggolan Beri Tips Capai Level Tertinggi
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi