Suara.com - Pemuncak klasemen sementara BRI Liga 1, Borneo FC gagal mengalahkan tuan rumah Barito Putera dalam laga pekan ke-21, Sabtu (2/12/2023). Bermain di Stadion Demang Lehman, Kalimantan Selatan, kedua tim bermain imbang 0-0.
Meski gagal menang, Borneo FC masih tak tergoyahkan di puncak klasemen sementara Liga 1 dengan raihan 45 poin dari 21 laga.
Tim Pesut Etam masih unggul tujuh poin dari pesaing terdekat mereka, Persib Bandung di peringkat kedua yang belum bermain di pekan ke-21 ini.
Sementara itu, Barito Putera kini menduduki posisi kedelapan. Tim besutan Rahmad Darmawan itu mengumpulkan 29 poin dari 21 laga.
Di Stadion Demang Lehman, pada babak pertama duel Barito Putera vs Borneo FC cukup sengit untuk disaksikan. Barito Putera yang tampil sebagai tuan rumah banyak memberikan tekanan kepada Borneo FC.
Sementara Borneo FC yang sejatinya diunggulkan bisa menang diluar dugaan sulit membangun serangan. Mereka mencari momentum yang pas untuk melakukan hal tersebut.
Barito Putera beberapa kali mendapatkan peluang. Tapi memang tidak berhasil dijadikan gol oleh Bagas Kaffa dan kawan-kawan di babak pertama ini.
Alhasil, sampai peluit turun minum tidak ada gol tercipta. Kedua tim masih bermain sama kuat 0-0 di babak pertama.
Borneo FC sejatinya lebih berani di babak kedua ini. Sejak dimulainya pertandingan mereka langsung memberikan tekanan kepada tuan rumah Barito Putera.
Baca Juga: 5 Pemain dengan Nilai Pasar Termahal di BRI Liga 1 2023/2024, Ada Radja Nainggolan
Kedua tim masih nampak kesusahan mencetak gol sampai pertandingan memasuki menit ke-60. Namun, Borneo FC masih menguasai jalannya pertandingan.
Sampai dengan menit ke-80 pun gol masih belum tercipta dari kedua kesebelasan. Tempo pertandingan kini lamban karena pemain kelelahan.
Tekanan masih terus dilancarkan Borneo FC. Di akhir-akhir pertandingan mereka bermain lebih sabar mencari celah untuk melakukan serangan.
Tidak ada gol sampai peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Kedua tim harus puas berbagi angka usia bermain imbang 0-0.
Susunan Pemain:
Barito Putera XI (4-2-3-1): Ega Rizky; Muhammad Buyung Ismu, Renan Alves, Carlos Martinez, Bagas Kaffa; Bayu Pradana, Hasim Kipuw; Murilo Mendes, Mike Ott, Bagas Kaffa; Devid De Silva.
Pelatih: Rahmad Darmawan
Borneo FC XI (4-2-3-1): Nadeo Arga Winata; Fajar Fathurrahman, Silverio Da Silva, Leo Lelis, Leo Guntara; Hendro Siswanto, kei Hirose; Muhammad Sihran, Wiljan Pluim, Stefano Lilipaly; Felipe Cadenazzi.
Pelatih: Pieter Huistra
Berita Terkait
-
Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat
-
Borneo FC Ditinggal 15 Pemain dan Pelatih, Nadeo Argawinata Masih Targetkan Juara
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
-
Borneo FC Cuci Gudang Lepas 15 Pemain, Kapan Mariano Peralta Diperkenalkan Persija?
-
Jadwal Persib Bandung dan Borneo FC di ASEAN Club Championship 2026/2027
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
Terkini
-
Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Ditolak Restoran hingga Kena Ancaman Pembunuhan usai Korsel Tersingkir di Piala Dunia
-
Hasil Piala Dunia 2026, Meksiko Lolos Babak 16 Besar Usai Bungkam Ekuador 2-0
-
Kylian Mbappe Tempel Lionel Messi! Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Makin Panas
-
Thomas Tuchel Waspadai Perlawanan RD Kongo di Tengah Krisis Lini Belakang
-
Jeremy Doku Kembali! Skuad Belgia Lengkap Hadapi Senegal di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?