Suara.com - Big match pekan ke-23 BRI Liga 1 2023/2024 menyajikan duel PSIS Semarang vs Madura United. PSIS akan menjamu Madura United di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (16/12) sore pukul 15:00 WIB.
PSIS Semarang saat ini menempati peringkat empat pada klasemen sementara Liga 1 dengan 37 poin, hanya berselisih tiga poin dari Madura United yang berada di peringkat lima.
PSIS dan Madura United juga sama-sama memiliki satu laga tunda yang belum dimainkan.
Seperti diketahui, Liga 1 musim ini punya format berbeda. Empat tim teratas di klasemen akhir nanti akan lolos ke babak Championship Series untuk mempebutkan gelar juara dalam fase gugur.
Jelang laga ini, pada laga pekan ke-22 lalu, PSIS menelan kekalahan. Mereka kalah dua gol tanpa balas saat bertandang ke kandang tim pemuncak klasemen sementara, Borneo FC.
Di sisi lain, Madura United menang telak 4-1 di kandang lawan Barito Putera.
Meski demikian, tak berarti Madura United akan mudah meraih kemenangan pada laga nanti.
Pasalnya, PSIS merupakan tim yang sangat kuat di kandang. Bahkan, dalam lima laga pamungkas di Jatidiri, tim tuan rumah sukses menyapu bersih kemenangan.
Pertandingan PSIS Semarang vs Madura United di Liga 1 hari ini bisa Anda saksikan secara live streaming dengan mengklik link berikut.
Baca Juga: Finis Top 4 Jadi Harga Mati, Bojan Hodak Desak Persib Tetap Produktif di BRI Liga 1
Komentar Pelatih
"Saya suka cara Madura United bermain, dengan penempatan posisi serta pemain yang bagus. Pertandingan melawan Madura United akan berat buat PSIS" - Gilbert Agius, pelatih PSIS Semarang.
"Saat main di kandangnya, PSIS sulit dikalahkan, kami tahu itu. Tapi, kami sudah menyiapkan cara bermain untuk menghadapi PSIS. Tim dengan konsentrasi yang lebih baik, yang tidak banyak melakukan kesalahan yang akan membawa pulang tiga poin di laga nanti" - Mauricio Souza, pelatih Madura United.
Prakiraan Susunan Pemain:
PSIS Semarang XI: Adi Satryo, Fredyan Wahyu, Bayu Fiqri, Lucao, Giovani Numberi, Evan Dimas, Boubakary Diarra, Taisei Marukawa, Gali Freitas, Vitinho, Carlos Fortes
Pelatih: Gilbert Agius (Malta)
Berita Terkait
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
-
Madura United Rekrut Pelatih asal Portugal untuk Hadapi BRI Super League 2026/2027
-
Kata-kata Bojan Hodak Usai Antarkan Persib Bandung Hat-trick Juara Liga 1
-
John Herdman 'Abaikan' Juara Liga 1 Persib Bandung Pilih Persija, Ada Apa?
-
Persib Hat-trick Juara, Liga Indonesia Resmi Milik Maung Bandung
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jurgen Klopp Kecam Water Break di Piala Dunia 2026: Sepak Bola Disandera Iklan!
-
Dari Bangku Cadangan, Neymar Jadi Otak Gol Vinicius Jr di Piala Dunia 2026
-
Ditahan Imbang Maroko, Ancelotti Bongkar Kelemahan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Belanda vs Jepang: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Tampil Buruk, Ditahan Maroko 1-1
-
Gantikan Marco Silva, Fulham Dikabarkan Boyong Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Baru
-
Hasil Piala Dunia 2026: Timnas Qatar Cetak Sejarah Usai Imbangi Swiss
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?