Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mendukung penyelenggaraan BARATI Cup 2024 road to Gothia Cup. Ajang ini menurutnya, sebagai bentuk dukungan memajukan sepak bola khususnya usia muda.
BARATI Cup 2024 diinisiasi oleh Bangga Merah Putih. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di pusat latihan Bali United, Gianyar tahun depan.
Skuad BARATI 2024 nantinya akan diberangkatkan untuk berlaga, dan membawa nama Indonesia di ajang turnamen sepak bola remaja paling bergengsi World Youth Cup - Gothia Cup di Swedia pada 14-20 Juli 2024.
"Saya mengapresiasi BARATI kelompok usia 12 dan 13 tahun pada perhelatan Gothia Cup di Swedia beberapa bulan lalu, menjadi juara ketiga. Penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan, dan talent scouting dilakukan BARATI sudah di jalur yang tepat,” ujar Menteri Dito dalam sambutannya, Selasa (19/12/2023).
"Harapan saya agar bisa juga diadakan talent scouting untuk cabang olahraga lainnya. Saya dengar juga tidak hanya pemain, tapi juga ada dari pelatih. Terima kasih kepada BARATI yang telah mewadahi dalam mencari talenta muda Indonesia," sambungnya.
BARATI Cup 2024 akan diikuti sekitar 120 tim dari 17 provinsi. Turnamen akan terbagi ke dalam tiga kategori usia yaitu 12, 13, dan 14.
Pada perhelatan sebelumnya, prestasi membanggakan diraih Tim Tays Bakers BARATI kelompok usia 12 dan 13 tahun pada perhelatan Gothia Cup di Swedia pada tanggal 16-22 Juli lalu.
"Pada 2024 ini menjadi turnamen sepak bola remaja terbesar dengan total 2300 pemain dari 120 tim yang datang dari 17 provinsi di Indonesia. Turnamen akan terbagi ke dalam 3 Kategori Usia, yaitu 12, 13, dan 14 tahun," ujar CEO PT Bangga Merah Putih (BARATI) Mendunia Krisna Wisnu Marsis.
"Seluruh tim yang berpartisipasi ini berasal dari sekolah sepakbola terbaik di daerahnya. Oleh karenanya, kami juga ingin memberikan pengalaman terbaik dan tak terlupakan dengan memberikan lapangan terbaik di tanah air dan telah diakui oleh dunia," sambungnya.
Baca Juga: Daftar 5 Kejuaraan Dunia yang Diajukan Indonesia, Paling Banyak Event Sepak Bola
Direktur Barati, Desty Nathalia mengaku senang membantu memajukan sepak bola Indonesia. Bahkan, pihaknya menggandeng Indra Sjafri untuk mencari talenta berbakat buat diberangkatkan ke Gothia Cup 2024.
"Ini tahun spesial karena Barati menyediakan turnamen untuk mendapatkan pengalaman terbaik. Di sini kami melakukan seleksi, memberikan kesempatan kepada yang terpilih untuk bisa pergi ke Gothia Cup," kata Desty.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Adu Harga Pasar Thom Haye dan Layvin Kurzawa, Siapa Paling Mahal di Persib Bandung?
-
Bintang Baru Persija Belum Teruji, Jakmania Ingatkan Performa Lapangan Tak Sekadar Track Record
-
Luke Vickery Skiip, Jordi Whermann Jadi Pemain Pertama yang Dinaturalisasi di Era John Herdman?
-
Rachmat Irianto Dipuji Mirip Maradona, Comeback ke Timnas Indonesia?
-
Barcelona vs Copenhagen: Misi Blaugrana Jaga Rekor Unbeaten Lawan Wakil Denmark di Camp Nou
-
Kata-kata Harapan Tinggi Bojan Hodak Soal Kualitas Kurzawa dan Potensi Dion Markx di Persib Bandung
-
2 Faktor yang Bikin Timnas Indonesia Bisa Lolos Piala Dunia 2030 di Tangan John Herdman
-
Momen Asyik Ngobrol denggan Jay Idzes, Emil Audero Ditinggal Bus Cremonese?
-
Sembuh dari Cedera, Maarten Paes Masih Jadi Cadangan Mati di FC Dallas
-
Pemain Naturalisasi Ramai Hijrah ke Liga Lokal, Siapa Saja yang Masih Konsisten Main di Luar?