Suara.com - Shin Tae-yong tengah mencoba berbagai formula paling efektif untuk Timnas Indonesia sebelum menghadapi Piala Asia 2023.
Percobaan demi percobaan itu terlihat dilakukan Shin Tae-yong dalam laga uji coba menghadapi Libya pada 2 dan 5 Januari kemarin.
Pada dua laga pemanasan tersebut, pelatih asal Korea Selatan itu menerapkan dua formasi berbeda pada awal permainan.
Pada laga perdana di 2 Januari, Timnas Indonesia menggunakan pakem empat bek 4-2-3-1. Kemudian di laga kedua 5 Januari, Timnas Indonesia memakai skema 3-4-2-1.
Secara hasil dan permainan, skema empat bek tampaknya bukan pilihan efektif untuk diambil. Pertama, Indonesia kalah 0-4, kedua para pemain nampak kesulitan beradaptasi dengan skema empat bek sejajar.
Oleh karena itu, Shin Tae-yong besar kemungkinan bakal menggunakan formasi 3-4-2-1 saat menghadapi Piala Asia 2023.
Untuk formasi ini, Ernando Ari Sutaryadi yang punya ketenangan dan akurasi operan lebih baik bakal menjadi pilihan utama di bawah mistar.
Kemudian untuk tiga bek, berpotensi diisi oleh Jordi Amat, Elkan Baggott, dan Rizky Ridho yang sudah biasa bermain bersama.
Untuk dua gelandang, Justin Hubner dan Ivar Jenner menjadi duet paling menjanjikan untuk menjaga lini tengah Indonesia.
Baca Juga: Shin Tae-yong Sanjung Jepang, Tegaskan Timnas Indonesia Tetap Punya Peluang
Sementara itu, Shayne Pattynama bakal menyisiri dari sektor kiri dan Yakob Sayuri bakal bermain dari sektor sebelah kanan.
Untuk tiga pemain di depan, Marselino Ferdinan dan Witan Sulamean dirasa paling cocok untuk menopang Rafael Struick di sektor penyerang.
Prediksi starting line up Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 dengan formasi 3-4-2-1:
Kiper: Ernando Ari Sutaryadi
Bek: Jordi Amat, Elkan Baggott, Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Yakob Sayuri
Tengah: Ivar Jenner, Justin Hubner, Witan Sulaeman, Marselino Ferdinan
Depan: Rafael Struick.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
-
Profil Meshaal Osman, Pemain Keturunan Sudan yang Dipanggil ke Timnas Indonesia U-20
-
Jejak Mengerikan Pertandingan Timnas Iran, 10 Negara Dibantai dan 2 Negara Berhasil Lolos dari Keganasan
-
BRI Liga 1: Bek Senior Persija Kasih Wejangan ke Timnas Indonesia Piala Asia 2023, Ucapannya Ngeri-ngeri Sedap
-
Media Vietnam Bikin Panas, Ulas Minus Timnas Indonesia saat Dihajar Libya, Singgung Pemain Ini
-
Bung Binder Bilang Naturalisasi "Halal" Lanjutkan Saja untuk Timnas Indonesia, Bagaimana Nasib Pemain Lokal?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kasat Narkoba Tangsel Terseret Kasus Narkoba, Dua Polisi Diproses Pidana
-
Sayembara Cocok untuk Buronan Kakap, Jangan Berlakukan Bagi Begal dan Copet
-
Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan
-
Review The War of the Worlds: Kisah Invasi Alien yang Sarat Kritik Sosial
-
Sinergi Kemensos & Kemendukbangga/BKKBN Bakal Hadirkan Layanan Penguatan Mental Murid Sekolah Rakyat
-
Paradoks Transportasi Jakarta: Penumpang Naik Pesat, Kenapa Macet Makin Parah?
-
Tanpa Gejala, Tapi Bisa Bikin Buta Permanen: Begini Cara Kerja Glaukoma
-
Sempat Ditangkap, Bandar Narkoba di Siak Kabur dengan Tangan Diborgol
-
Stuart Fails to Save the Universe: Suguhkan Aksi Antardimensi yang Kocak!
-
Fenomena Gunung Es HIV di Malang: Mulai dari Ibu Hamil hingga Anak yang Tertular