Suara.com - Hadirnya Kim Eun-jung sebagai pelatih anyar Suwon FC memberi berkah buat Pratama Arhan yang akhirnya direkrut oleh klub K League 1 tersebut.
Bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan resmi bergabung dengan Suwon FC, klub asal Korea Selatan yang berkompetisi di K-League 1.
Kepastian itu terungkap setelah akun Instagram resmi milik Suwon FC mengunggah penyambutan Pratama Arhan sebagai pemain baru.
Merapatnya Arhan ke Suwon FC tidak terlepas dari rekomendasi Kim Eun-jung. Ia menyebut pemain berusia 22 tahun itu sudah dipantau sejak di Timnas Indonesia kelompok umur.
"Arhan adalah pemain yang saya pantau sejak dia masih bersama timnas junior," kata Kim Eun-jung dari laman Yonhap News.
Arhan memang menjadi salah satu pemain muda Indonesia yang bersinar di kelompok umur dan mampu mengembangkan kariernya hingga ke luar negeri.
Lantas, siapa sebetulnya Kim Eun-jung? Berikut sepak terjang dan profilnya!
Profil Kim Eun-jung
Kim Eun-jung merupakan mantan pesepak bola Korea Selatan yang posisi bermainnya sebagai penyerang tengah.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Vietnam, Shayne Pattynama Berharap Tambahan Kekuatan dari Suporter
Lelaki kelahiran Seoul, Korea Selatan, pada 8 April 1979, ini memiliki rekam jejak yang cukup panjang di dunia sepak bola Negeri Ginseng.
Sebelum terjun di dunia kepelatihan, Kim Eun-jung sempat bermain bersama sejumlah klub seperti Daejeon Citizen, FC Seoul, Gangwon FC, Jeju United, hingga Pohang Steelers.
Kim Eun-jung juga sempat berkarier di luar negeri bersama klub Jepang, Vegalta Sendai, dan klub China, CS Ginde.
Karier kepelatihannya bermula ketika ditunjuk sebagai asisten pelatih di AFC Tubize (Belgia) yang membantu sejumlah pelatih kepala. Mulai dari Colbert Marlot, Regis Brouard, Thierry Goudet, William Salvadori, hingga Thierry Berghmans.
Pada tahun 2017, Kim Eun-jung dipanggil pulang oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) untuk menjadi asisten pelatih timnas U-23.
Selama bertugas, ia sempat membantu sejumlah pelatih seperti Kim Hak-bun, Kim Gong-gol, hingga Hwang Sun-hong. Setidaknya, tugas sebagai asisten pelatih itu berlangsung selama empat tahun. Mulai dari tahun 2017 hingga akhir tahun 2017.
Berita Terkait
-
3 Pesaing Pratama Arhan di Pos Bek Kiri Suwon FC pada Musim 2024
-
3 Pemain Bintang Suwon FC yang Bakal Jadi Rekan Baru Pratama Arhan, Ada Jebolan Barcelona
-
Pelatih Vietnam Dibuat Ketar-ketir dengan Senjata Rahasia Timnas Indonesia
-
Sosok Kim Ju-yeop, Pemain yang Bakal Jadi Saingan Pratama Arhan di Suwon FC
-
Harga Sepatu yang Dipakai Pratama Arhan di Piala Asia 2023, Produk Jepang
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026