Suara.com - Meskipun mengalami hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir, PSIS Semarang tidak menyerah untuk meraih peringkat empat besar di BRI Liga 1 2023/2024.
Dalam lima pertandingan terakhir, mereka hanya meraih satu kemenangan, dengan tiga kekalahan dan satu hasil imbang.
Produktivitas gol menjadi masalah utama, terutama dalam pertandingan melawan Bali United, Persis Solo, dan Barito Putera.
Saat ini, PSIS Semarang berada di urutan kelima dengan 47 poin dari 30 pertandingan, tertahan di belakang Madura United yang juga memiliki 47 poin tetapi unggul dalam head-to-head.
2 Kunci PSIS Finis di 4 Besar
Mantan anggota Exco PSSI tersebut menyadari bahwa situasi PSIS Semarang yang terpaksa bermain di berbagai stadion menjadi hambatan tersendiri.
Dia berharap para pemain bisa kembali menemukan konsistensinya. Jika performa mereka stabil dan mental bertanding kuat, dia meyakini bahwa PSIS masih memiliki peluang untuk merebut kembali posisi di empat besar klasemen akhir.
"Dalam pandangan kami, tantangan utama yang dihadapi adalah konsistensi. PSIS mengalami situasi yang sulit dalam lima pertandingan terakhir. Kami tidak memiliki kandang tetap dan harus berpindah-pindah stadion," katanya.
"Kami berharap para pemain dapat menemukan stabilitas mereka. Dengan mental bertanding yang kuat, kami yakin masih memiliki kesempatan untuk mengejar peringkat empat besar di klasemen akhir," tambahnya.
Baca Juga: Nova Arianto Puas pada Kualitas Pemain Seleksi Tahap Kedua Timnas Indonesia U-16
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri