Sebagian besar dari keenam tim yang disebutkan di atas, setidaknya 3 di antaranya selalu berhasil melaju hingga babak semifinal dalam putaran final.
Berbeda dengan tim U-17 atau U-19, tim U-23 adalah level yang paling dekat dengan timnas senior.
Pada usia ini, para pemain telah mengembangkan keberanian dalam bertanding dan memiliki pemikiran taktis yang relatif matang, sehingga kejutan jarang terjadi.
Terlebih lagi, pada tahun-tahun ketika Piala Asia U-23 juga merupakan kualifikasi Olimpiade (2016, 2020, dan 2024), negara-negara dengan kekuatan sepak bola yang kuat akan mengirimkan tim U-23 terbaiknya untuk mengikuti turnamen Asia. Peluang untuk membuat kejutan semakin berkurang.
Namun demikian, hal ini tidak berarti bahwa pada turnamen tahun ini, Timnas U-23 Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam tidak memiliki peluang.
Di Grup D, Timnas U-23 Uzbekistan dianggap sebagai tim yang paling diunggulkan untuk melaju ke babak selanjutnya.
Dengan demikian, persaingan untuk merebut peringkat kedua di grup ini akan menjadi pertarungan ketat antara Vietnam, Malaysia, dan Kuwait.
Diperkirakan, pertarungan ini akan menjadi duel antara dua tim dari ASEAN, yakni Vietnam dan Malaysia, mengingat Kuwait bukan merupakan lawan yang terlalu kuat.
Tim U-23 Kuwait baru saja menelan kekalahan 2-4 dari Timnas Thailand U-23 dan telah mengalami kegagalan beruntun dalam beberapa waktu terakhir, dengan kekuatan yang tidak seimbang dengan tim-tim dari Asia Tenggara.
Baca Juga: Peta Kekuatan Timnas Indonesia di Piala Asia U-23, Sekuat di Kualifikasi Piala Dunia 2026?
Tim U-23 Kuwait juga mengalami kendala dalam mengumpulkan kekuatan penuh mereka menjelang dimulainya turnamen.
Dibandingkan dengan lawan-lawan sulit dari Asia Barat seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, atau Irak, dapat dipastikan bahwa berada di grup yang sama dengan Kuwait akan lebih memudahkan bagi Vietnam dan Malaysia.
Ada kemungkinan besar bahwa salah satu dari dua wakil Asia Tenggara tersebut akan berhasil melaju dari babak grup jika mereka dapat tampil sesuai dengan kemampuan mereka dan mengatur poin performa dengan baik.
Timnas Indonesia tergabung dalam Grup A bersama tuan rumah Qatar, Australia, dan Yordania.
Namun, di antara ketiga lawan tersebut, hanya Timnas Australia U-23 yang tampil lebih unggul.
Qatar pernah mencapai babak semifinal Piala Asia U-23 dua kali, namun tim sepak bola muda Qatar tidak cukup stabil untuk secara konsisten menghasilkan pemain berkualitas tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Daftar Pemain Muda Bergelar Pemain Terbaik di 5 Edisi Piala Dunia Terakhir
-
Gagal Promosi Super League, Deltras FC Justru Hattrick Raih Lisensi AFC
-
John Herdman Dapat Kabar Baik Jelang FIFA Matchday, Nathan Tjoe-A-On Bersinar di Willem II
-
Harry Kane Balas Dendam di Piala Dunia 2026, Kenang Gagal Penalti di Al Bayt
-
Sonny Stevens Beri Sinyal Ingin Pensiun Bersama Dewa United
-
Deltras FC Kembali Kantongi Lisensi AFC, 3 Musim Beruntun Penuhi Standar Profesional
-
Persik Kediri vs Persija: Marcos Reina Siap Beri Kado Kemenangan untuk Persikmania
-
Nyali Besar Timnas Yordania Tantang Argentina: Lionel Messi Bukanlah Sosok Menakutkan
-
Kejar Tayang Final Liga Champions, Jurrien Timber Jadi Harapan Arteta Atasi Krisis Bek
-
Bikin Heboh! Eks Kiper Timnas Belanda Beri Kode Pensiun di Indonesia, Apa Alasannya?