Bola / Bola Dunia
Kamis, 14 Mei 2026 | 20:05 WIB
Lionel Messi (tangkapan X)
Baca 10 detik
  • Jordan perdana lolos Piala Dunia 2026 setelah sembilan kali gagal dalam kualifikasi.

  • Jamal Sellami siapkan taktik khusus hadapi Argentina dan ancaman ikonik Lionel Messi.

  • Target Jordan adalah menunjukkan identitas "Nashama" dan lolos ke babak 16 besar.

Suara.com - Timnas Jordan resmi mengakhiri penantian panjang puluhan tahun untuk mencatatkan nama mereka di panggung Piala Dunia 2026. Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan manifestasi dari evolusi taktik dan mentalitas baja yang kini menyelimuti skuad The Nashama.

Pelatih Jamal Sellami kini memikul beban sejarah untuk membuktikan bahwa wakil Asia ini mampu merusak dominasi tim mapan di Grup J. Ambisi besar tersebut akan langsung diuji oleh kekuatan juara bertahan Argentina, tantangan fisik Austria, serta agresivitas Aljazair.

Pertemuan melawan Argentina menjadi sorotan utama dunia karena potensi bentrokan fisik dan taktik melawan megabintang Lionel Messi. Jamal Sellami secara terbuka mengakui bahwa menghadapi pemain berjuluk La Pulga tersebut memerlukan pendekatan yang sangat spesifik dan luar biasa.

Megabintang Argentina, Lionel Messi berpeluang kembali menorehkan sejarah di Piala Dunia 2026. [Istimewa]

“Menghadapi Messi adalah pengalaman unik. Ini mewakili tantangan besar bagi pemain kami, dan kami memiliki persiapan khusus untuk setiap tahap karena sebelum pertandingan Argentina, kami memiliki dua pertandingan penting lainnya. Pertandingan melawan Messi akan membutuhkan persiapan khusus,” ujar Sellami diwawancara FIFA.

Keberhasilan lolos ke putaran final dipandang sebagai pintu gerbang untuk menunjukkan identitas sepak bola Jordan yang sesungguhnya kepada dunia. Sellami menegaskan bahwa timnya tidak datang ke turnamen hanya untuk bertukar jersey, melainkan untuk mengamankan tiket ke babak gugur.

“Bagi kami, pertandingan melawan Argentina akan menjadi pertandingan ketiga. Tentu saja, kami berharap Messi akan hadir karena berita yang beredar sekarang tidak mengonfirmasi kehadiran atau ketidakhadiran Messi. Saya berharap dia hadir karena dia masih ikon sepak bola, jadi pertandingan akan sangat seru. Ini adalah pertandingan yang kami harap akan menjadi penentu posisi kami ke babak berikutnya di Piala Dunia,” tegasnya.

Megabintang Argentina, Lionel Messi mengamuk saat pertandingan lanjutan MLS antara Inter Miami vs Orlando City SC dalam Derby Florida, Minggu (2/3/2026) waktu setempat. [Instagram Inter Miami]

Transformasi Jordan dimulai sejak mereka mengejutkan publik dengan menembus final Piala Asia 2023 di bawah fondasi yang diletakkan Hussein Ammouta. Sellami yang juga mantan pemain Piala Dunia 1998, berhasil meneruskan tongkat estafet tersebut dengan memperluas kedalaman skuad guna mengatasi risiko cedera.

“Tentu saja, saya ingin performa tim nasional mencerminkan semangat Nashama – keberanian, persatuan, keberanian, dan kehadiran. Kami menghadapi tim dengan filosofi sepak bola yang sangat berbeda, namun kami mampu memberikan kesan positif. Kami telah menunjukkan identitas kami, dan melalui pencapaian ini kami juga ingin menunjukkan jalan ke depan bagi generasi mendatang,” tambah Sellami.

Jordan kini berada pada tahap pematangan taktik dengan menghadapi berbagai tim yang memiliki filosofi bermain kontras sebagai simulasi grup. Pelatih asal Maroko ini percaya bahwa semangat kolektivitas akan menjadi senjata utama saat mereka harus berhadapan dengan pemain-pemain kelas dunia.

Baca Juga: Mengenal Agustn Delgado, Pelopor Kebangkitan Ekuador di Piala Dunia

“Partisipasi dalam Piala Dunia adalah pencapaian besar tersendiri. Ini adalah kesempatan bagi pemain mana pun, bagi pelatih mana pun, dan bagi negara mana pun, untuk menunjukkan kepribadian, budaya, dan ambisi mereka. Berada di Piala Dunia adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa kami lolos dari Asia, dan bahwa kami layak menampilkan sepak bola Jordan,” pungkasnya.

Jordan berhasil mengamankan tiket Piala Dunia pertama mereka setelah gagal dalam sembilan upaya kualifikasi sebelumnya sejak debut kualifikasi pada 1986. Keberhasilan ini dipicu oleh tren positif sejak menjadi runner-up Piala Asia 2023, di mana federasi kemudian menunjuk Jamal Sellami untuk memastikan transisi kepemimpinan tetap menjaga performa tim di level tertinggi.

Load More