-
Jordan perdana lolos Piala Dunia 2026 setelah sembilan kali gagal dalam kualifikasi.
-
Jamal Sellami siapkan taktik khusus hadapi Argentina dan ancaman ikonik Lionel Messi.
-
Target Jordan adalah menunjukkan identitas "Nashama" dan lolos ke babak 16 besar.
Suara.com - Timnas Jordan resmi mengakhiri penantian panjang puluhan tahun untuk mencatatkan nama mereka di panggung Piala Dunia 2026. Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan manifestasi dari evolusi taktik dan mentalitas baja yang kini menyelimuti skuad The Nashama.
Pelatih Jamal Sellami kini memikul beban sejarah untuk membuktikan bahwa wakil Asia ini mampu merusak dominasi tim mapan di Grup J. Ambisi besar tersebut akan langsung diuji oleh kekuatan juara bertahan Argentina, tantangan fisik Austria, serta agresivitas Aljazair.
Pertemuan melawan Argentina menjadi sorotan utama dunia karena potensi bentrokan fisik dan taktik melawan megabintang Lionel Messi. Jamal Sellami secara terbuka mengakui bahwa menghadapi pemain berjuluk La Pulga tersebut memerlukan pendekatan yang sangat spesifik dan luar biasa.
“Menghadapi Messi adalah pengalaman unik. Ini mewakili tantangan besar bagi pemain kami, dan kami memiliki persiapan khusus untuk setiap tahap karena sebelum pertandingan Argentina, kami memiliki dua pertandingan penting lainnya. Pertandingan melawan Messi akan membutuhkan persiapan khusus,” ujar Sellami diwawancara FIFA.
Keberhasilan lolos ke putaran final dipandang sebagai pintu gerbang untuk menunjukkan identitas sepak bola Jordan yang sesungguhnya kepada dunia. Sellami menegaskan bahwa timnya tidak datang ke turnamen hanya untuk bertukar jersey, melainkan untuk mengamankan tiket ke babak gugur.
“Bagi kami, pertandingan melawan Argentina akan menjadi pertandingan ketiga. Tentu saja, kami berharap Messi akan hadir karena berita yang beredar sekarang tidak mengonfirmasi kehadiran atau ketidakhadiran Messi. Saya berharap dia hadir karena dia masih ikon sepak bola, jadi pertandingan akan sangat seru. Ini adalah pertandingan yang kami harap akan menjadi penentu posisi kami ke babak berikutnya di Piala Dunia,” tegasnya.
Transformasi Jordan dimulai sejak mereka mengejutkan publik dengan menembus final Piala Asia 2023 di bawah fondasi yang diletakkan Hussein Ammouta. Sellami yang juga mantan pemain Piala Dunia 1998, berhasil meneruskan tongkat estafet tersebut dengan memperluas kedalaman skuad guna mengatasi risiko cedera.
“Tentu saja, saya ingin performa tim nasional mencerminkan semangat Nashama – keberanian, persatuan, keberanian, dan kehadiran. Kami menghadapi tim dengan filosofi sepak bola yang sangat berbeda, namun kami mampu memberikan kesan positif. Kami telah menunjukkan identitas kami, dan melalui pencapaian ini kami juga ingin menunjukkan jalan ke depan bagi generasi mendatang,” tambah Sellami.
Jordan kini berada pada tahap pematangan taktik dengan menghadapi berbagai tim yang memiliki filosofi bermain kontras sebagai simulasi grup. Pelatih asal Maroko ini percaya bahwa semangat kolektivitas akan menjadi senjata utama saat mereka harus berhadapan dengan pemain-pemain kelas dunia.
Baca Juga: Mengenal Agustn Delgado, Pelopor Kebangkitan Ekuador di Piala Dunia
“Partisipasi dalam Piala Dunia adalah pencapaian besar tersendiri. Ini adalah kesempatan bagi pemain mana pun, bagi pelatih mana pun, dan bagi negara mana pun, untuk menunjukkan kepribadian, budaya, dan ambisi mereka. Berada di Piala Dunia adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa kami lolos dari Asia, dan bahwa kami layak menampilkan sepak bola Jordan,” pungkasnya.
Jordan berhasil mengamankan tiket Piala Dunia pertama mereka setelah gagal dalam sembilan upaya kualifikasi sebelumnya sejak debut kualifikasi pada 1986. Keberhasilan ini dipicu oleh tren positif sejak menjadi runner-up Piala Asia 2023, di mana federasi kemudian menunjuk Jamal Sellami untuk memastikan transisi kepemimpinan tetap menjaga performa tim di level tertinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026