Suara.com - Dukungan pengusaha yang melakukan penggalangan dana untuk Timnas Indonesia U-23 kini bertambah menjadi Rp 27 miliar. Meski Timnas Indonesia gagal tembus final Piala Asia U-23.
Sebelumnya terdapat penggalangan dana untuk timnas sepak bola Indonesia yang terjadi secara spontan dalam acara syukuran dan halalbihalal Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) yang berlangsung di Jakarta, Minggu, yang juga dihadiri oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Dilansir dari keterangan resmi, Senin, empat pengusaha diantaranya Chandra Ekajaya (PT Sillo Maritime Tbk), Soejahjono Winarko (Union Sampoerna Group), Haryanto Tjiptodihardjo (PT Impact Pratama Industri Tbk) dan Alvin Sariaatmadja (Emtek Group) resmi bergabung bersama pengusaha Indonesia lainnya untuk mendukung tim Garuda Muda yang kini tengah berjuang untuk merebut tiket menuju Olimpiade Paris 2024.
BACA JUGA: Highlight Semifinal Piala Asia U-23: Penyebab Gol Ferarri ke Gawang Uzbekistan Dibatalkan Wasit VAR
"Sebagai ketua PSSI inilah kehormatan yang luar biasa. Di mana para pengusaha peduli, karena memang kita musti buktikan, sepak bola ini mempersatukan Indonesia," kata Erick kepada Antara, Minggu (29/04).
Sebagian pengusaha yang tergabung memberikan dukungan kepada skuad Garuda Muda diantaranya Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group), Franky O Widjaja (Sinarmas Group), Anthony Salim (Salim Group), Maruara Sirait (Puri Damai Sejahtera) dan Garibaldi Thohir (Adaro Group).
Di babak semifinal Piala Asia U-23 2024, Indonesia menyerah atas Uzbekistan dengan skor 0-2 pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Senin malam WIB.
Namun peluang asuhan pelatih Shin Tae-yong tersebut masih terbuka lebar untuk dapat mengamankan tiket menuju Paris. Pasalnya Indonesia kini masih berkesempatan untuk merebut satu tiket melalui pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Asia U-23.
Jika tim Garuda Muda gagal mengamankan tiket melalui pertandingan perebutan ketiga, Rizki Ridho dan kawan-kawan masih berpeluang memperebutkan sisa satu tiket pada pertandingan kualifikasi playoff antar konfederasi menghadapi Guinea yang berlangsung pada bulan Mei mendatang.
Berita Terkait
-
3 Keputusan Wasit Shen Yinhao Bikin Hancur Timnas Indonesia Lawan Uzbekistan di Semifinal Piala Asia U-23
-
Highlight Semifinal Piala Asia U-23: Penyebab Gol Ferarri ke Gawang Uzbekistan Dibatalkan Wasit VAR
-
3 'Dosa' Shen Yinhao dan Sivakorn Pu-Udom, Berkolaborasi Rugikan Timnas Indonesia U-23 Lawan Uzbekistan
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?