Suara.com - Pesatnya perkembangan Timnas Indonesia di kancah Asia tak dimungkiri lantaran adanya peran sejumlah pemain keturunan dan naturalisasi.
Diketahui, sejak ditukangi Shin Tae-yong, PSSI di bawah Erick Thohir getol menjaring sejumlah pemain keturunan berbakat.
Hingga kini terdapat 11 pemain keturunan yang telah dinaturalisasi mulai dari Jordi Amat, Sandy Walsh hingga Thom Haye dan Nathan Tjoe-A-On.
Kehadiran para pemain keturunan itupun berdampak positif bagi performa Timnas Indonesia di kompetisi Asia hingga berhasil mengerek peringkat tim dari ranking 174 kini berhasil meroket bahkan menyalip Malaysia di urutan 132 dunia.
Perkembangan Timnas Indonesia bersama para pemain keturunan yang begitu signifikan mendapat pujian dari mantan pelatih Timnas Malaysia Ong Kim Swee.
Pelatih yang pernah mempersembahkan medali emas untuk Malaysia di ajang Sea Games 2011 itu menyebut kebijakan federasi untuk mendatangkan pemain keturunan berdampak positif bagi Timnas Indonesia.
Ia menyebut pemain keturunan Timnas Indonesia beda kualitas dengan yang dimiliki Malaysia.
Pelatih Sabah FC itu membandingkan dari sudut kompetisi liga yang diikuti para pemain keturunan Timnas Indonesia dengan Malaysia yang jomplang.
"Kalau kita bandingkan dengan malaysia, pemain keturunan Timnas Indonesia itu bermain di Eropa di liga yang kompetitif, sebaliknya di negara Malaysia pemain keturunannya hanya bermain di liga lokal," ungkapnya seperti dikutip dari Channel Harimau Malaya, Minggu (5/5/2024).
Baca Juga: Ngeri! 2 Pemain Timnas Malaysia Jadi Korban Kejahatan, Disiram Air Keras dan Dirampok
Ia pun menyarankan agar federasi sepak bola Malaysia mulai memikirkan untuk mencari pemain keturunan seperti yang dilakukan PSSI yakni menjaring mereka yang berkompetisi di luar negeri, terutama di Eropa yang memiliki kompetisi yang lebih baik dibanding di negaranya.
"Seharusnya dipikirkan pemain keturunan ini yang bermain di liga Eropa yang bermutu dan kompetitif," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kemenhut Segel Areal Kebakaran Hutan di Sumsel, Pemegang Izin Diperingatkan Jaga Areal Konsesi
-
Ahli Sebut Penyitaan Emas 74 Kg Febrie Adriansyah Harus Didahului Pidana Asal
-
Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang, Dorong Integrasi Transportasi Publik Mebidang
-
Perempuan Adat Gelar Aksi Tolak PSN Mbay Lambo, Aparat: Wah Saya Lagi Nonton Film Porno
-
Anak Kris Dayanti Terpilih Jadi Paskibra, Netizen Malah Umbar Komentar Jahat Soal Ordal
-
Hanya Melempar Senyum, Wakil Rektor Unsoed Terpantau Jalani Pemeriksaan KPK di Mapolresta Banyumas
-
Karhutla di Pelalawan Capai 300 Hektare, Indragiri Hulu Lebih Luas
-
Tips Masak Nasi Pakai Rice Cooker agar Hasilnya Pulen, Segini Takaran Airnya!
-
Guru Besar UGM Sebut HUT RI Mewah Tapi Keropos: Kemerdekaan Versi Negara Cuma Pesta Pora
-
Dari Posko ke Posko, PNM Terus Bergerak Dampingi Warga Terdampak Gempa NTT