Suara.com - Pelatih Borussia Dortmund, Edin Terzic bermimpi untuk membawa timnya menjuarai Liga Champions 2023-2024. Dia bertekad untuk mengalahkan tim kuat Real Madrid.
Duel Dortmund vs Real Madrid di final Liga Champions 2023-2024 akan berlangsung di Stadion Wembley, London, Minggu (2/6/2024) pukul 02.00 WIB.
Merujuk rekor pertemuan dan sejarah kedua tim di ajang prestisius ini, Dortmund jelas bukan tim yang diunggulkan.
Opta memprediksi Real Madrid punya peluang 63,5 persen untuk menjadi kampiun.
Dortmund diketahui hanya memenangkan tiga dari 14 pertemuan mereka dengan Real Madrid, semuanya terjadi di Liga Champions, dengan Real memenangkan enam.
Mereka terakhir kali bertemu pada musim 2017-18, dengan Real memenangkan kedua pertandingan di babak penyisihan grup yakni 3-1 saat tandang dan 3-2 di kandang.
Meski statistik tak menguntungkan mereka, Edin Terzic menegaskan bahwa peluang untuk mengalahkan tim superior seperti Real Madrid masih terbuka.
"Kami telah tampil sangat baik dan berhasil mencapai final ini. Kami menghadapi tim yang sangat kuat yang sudah sering mengalami pengalaman ini, tapi kami tahu bahwa segala sesuatu mungkin terjadi dalam satu pertandingan," kata Edin Terzic dikutip dari laman resmi UEFA, Sabtu (1/6/2024).
"Jika kami bermain melawan Real Madrid sepuluh kali, mungkin akan sulit [untuk menang secara keseluruhan], namun dalam satu pertandingan, dalam 90 menit, atau dalam 120 menit ditambah adu penalti, kami mampu mengalahkan lawan mana pun di dunia."
Baca Juga: Carlo Ancelotti vs Edin Terzic, Pelatih Kaya Pengalaman Versus Juru Taktik Bau Kencur
Terzic mengenang kesuksesan lampau Borussia Dortmund di Liga Champions. Die Borussen menjadi juara pada 1997 ketika Terzic masih berusia 14 tahun.
"Saya berumur 14 tahun saat itu. Sayangnya saya tidak berada di Munich [tempat final dimainkan], tapi saya menontonnya di layar lebar di kampung halaman saya," kata Terzic.
"Saya telah menyaksikan pertandingan itu beberapa kali sejak itu dan itu adalah hari yang sangat istimewa bagi semua penggemar Dortmund."
Menurut Terzic, kesuksesan Dortmund akan sangat berarti bagi fans dan warga kota. Karenanya, dia bertekad membawa tim untuk menjuarai Liga Champions 2023-2024.
"Jika Anda bertanya kepada siapa pun warna apa yang diasosiasikan dengan kota, Anda akan selalu mendengar jawabannya kuning dan hitam. Ini semacam timbal balik. Klub mewakili kota, kota mewakili klub, dan itulah yang membuat keduanya begitu istimewa," kata Terzic.
Berita Terkait
-
Dortmund vs Real Madrid di Final Liga Champions: Penutup Karier Manis untuk Reus atau Kroos?
-
10 Pelatih dengan Penampilan Terbanyak di Liga Champions, Cuma Ancelotti yang Lampaui Rekor Sir Alex Ferguson
-
Daftar Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions, Belum Ada yang Mampu Patahkan Rekor Cristiano Ronaldo
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Cahya Supriadi Pasang Target Balas Dendam ke Vietnam, Timnas Indonesia Siap Buru Gelar Piala AFF
-
Optimisme PSSI Membumbung! Sumardji Ungkap Alasan Timnas Indonesia Diyakini Bisa Juara Piala AFF
-
Witan Sulaeman Bertahan di Persija hingga 2029, Punya Misi yang Belum Tuntas Bersama Macan Kemayoran
-
3 Fakta Menarik Jelang Brasil vs Norwegia, Taktik Mematikan Aliran Bola Erling Haaland
-
Momen Bendera Palestina Berkibar Setelah Mesir Menumbangkan Australia
-
Didier Deschamps Ungkap Alasan Prancis Sulit Kalahkan Paraguay
-
Thomas Tuchel: Lawan Meksiko Tenang Aja
-
Kylian Mbappe ke Paraguay: Kami Bisa Juga Mengotori Tangan, Tapi Itu Cara Buruk
-
Jesse Marsch: Kami Lebih Baik di Babak Pertama, Maroko 'Ngegas' di sepertiga Akhir Laga
-
Kunci Kemenangan Maroko Atas Kanada, Azzedine Ounahi Borong 2 Gol