Suara.com - Ronaldo Kwateh, yang pernah menjadi andalan Timnas Indonesia di bawah pelatih Shin Tae-yong, kemudian melanjutkan karier ke Turki bersama Bodrum FK.
Nama Kwateh cukup dikenal di Indonesia karena warisan dari sang ayah, Roberto Kwateh.
Meskipun memiliki nama besar, Ronaldo memiliki karier yang mentereng, mulai dari debutnya di BRI Liga 1 bersama Madura United pada usia 16 tahun.
Dia bahkan bermain untuk Timnas Indonesia di level senior dan usia muda, menunjukkan bakatnya yang besar.
Lantas setelah pindah ke Bodrum FK, gimana nasibnya?
Kiprah Ronaldo Kwateh di Bodrum FK
Ronaldo Kwateh memulai karier senior di Madura United, debutnya tidak resmi terjadi pada Piala Menpora 2021.
Dia kemudian bermain dalam 11 pertandingan BRI Liga 1 2021/2022, menjadi pemain penting di usia 16 tahun.
Meskipun banyak terlibat dengan Timnas Indonesia pada musim 2022/2023, Ronaldo tetap mencatatkan delapan penampilan di Liga 1, mencetak satu gol dan memberikan satu assist untuk Madura United.
Baca Juga: Hasil Uji Coba Timnas Indonesia vs Tanzania: Skuad Garuda Harus Puas Bermain Imbang
Langkah pentingnya terjadi pada musim berikutnya, saat dia pindah ke Turki untuk membela Bodrum FK di kasta kedua Liga Turki.
Musim 2023/2024 menjadi sukses bagi Bodrum FK dengan finis di posisi ke-4 Liga 1 Turki, yang membawa mereka ke babak play-off promosi ke Super Liga.
Mereka memastikan promosi setelah menang 3-1 atas Sakaryaspor dalam final play-off.
Namun, Ronaldo Kwateh mengalami cedera parah pada April 2023 dan harus absen dalam waktu yang cukup lama.
Meskipun masuk dalam tim utama Bodrum FK, dia belum mendapatkan kesempatan bermain.
Menurut Soccerway dan Transfermarkt, Ronaldo belum bermain untuk Bodrum FK, meskipun masih memiliki kontrak hingga Juni 2025.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas
-
Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
-
Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M
-
Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!
-
AI Ubah Cara Konsumen Cari Brand, Bisnis Dituntut Makin Adaptif
-
Mobil Patroli Terbakar di Markas Polsek Tambaksari: Satu Terduga Pelaku Diciduk
-
Bikin Rezeki 'Bocor'! Ini 7 Kesalahan Penataan Kompor Dapur Menurut Feng Shui yang Perlu Dihindari
-
Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
-
Ini Jadwal Baru Pembuangan Sampah di Kota Makassar, Wajib Diketahui Warga!
-
Filosofi SpongeBob Jadi Ubur-Ubur dan Ilusi Kabur dari Burnout