Suara.com - Nama pelatih sepakbola kenamaan Indonesia, Aji Santoso mencuat menjadi salah satu calon pelatih PSPS Riau.
Chief Operating Officer (COO) PSPS Riau, Edward Riansyah mengatakan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan sejumlah sosok untuk menjadi pelatih klub berjuluk Askar Bertuah tersebut.
Selain Aji Santoso, dua pelatih lainnya sudah dihubungi namun belum ada kesepakatan. Edward menyebut ditargetkan dalam bulan Juni 2024 akan disampaikan siapa pelatih PSPS Riau.
Berikut ini profil Aji Santoso, yang disebut salah satu calon pelatih PSPS.
Profil Aji Santoso
Aji Santoso merupakan pelatih sepakbola kelahiran Malang, Jawa Timur pada 6 April 1970. Ia sebelumnya menangani Persebaya Surabaya, Persema Malang dan Persisam Putra Samarinda.
Ia adalah mantan pemain Arema Malang, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, Persema Malang, dan Timnas Indonesia. Sebagai pemain sepakbola, Aji Santoso berposisi sebagai pemain belakang khususnya pada sektor kiri.
Mengutip laman Wikipedia, Aji Santoso yang berposisi sebagai bek kiri dalam bermain juga aktif dalam membantu serangan.
Dia pernah ditunjuk menjadi pelatih mantan klub semasa dia bermain, Persebaya Surabaya untuk babak play off Liga Super Indonesia 2009. Sebelum menangani Persebaya ia juga mengarsiteki Persik Kediri.
Aji ditunjuk untuk membina pemain Persebaya FC sejak awal musim 2017. Di sisa musim kompetisi Liga 1 2019, Aji Santoso ditunjuk kembali menjadi pelatih kepala untuk Persebaya.
Baca Juga: 4 Pemain Asing yang Resmi Dilepas Persebaya, Siapa Penggantinya?
Sebelumnya, Aji Santoso juga pernah menjadi pelatih Timnas U-22 pada tahun 2012 dan menjadi asisten pelatih U23 pada tahun 2011 sampai tahun 2013, mendampingi Rahmad Darmawan. Kemudian Aji Santoso menangani Timnas U-23 di tahun 2014 hingga 2015.
Aji juga bermain untuk Indonesia untuk berbagai ajang kejuaraan internasional, bahkan prestasinya terbilang sensasional. Namanya makin dikenal setelah ikut mempersembahkan medali emas SEA Games 1991.
Masa keemasan sebagai pemain nasional ia bukukan dalam kurun waktu 1990-1999. Ia tercatat sebagai pemain yang tiga kali mempersembahkan gelar juara kompetisi PSSI, yakni untuk Arema (1992/1993), Persebaya Surabaya (1997/1998), dan PSM Makassar (1999/2000).
Salah satu yang unik dari Aji Santoso, ia tak pernah duduk sebagai pemain cadangan, baik saat di tim nasional maupun di klub profesional. Ia selalu menjadi pemain utama dan pemegang ban kapten.
Setelah gantung sepatu, Aji Santoso beralih profesi menjadi pelatih sepak bola. Sebagai Pelatih, dia terakhir membawa PON Jatim meraih emas pada pagelaran PON Kaltim 2008, dan meraih perunggu pada ajang POM ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia.
Aji pernah bermain untuk Argo Manunggal Sawunggaling (AMS) Kepanjen pada 1986-1987, Gajayana Malang (1987), Persema Jr pada 1987, Arema Malang (1988-1995), Persebaya Surabaya (1995-1999) dan Timnas Indonesia pada tahun 1990-2000.
Karier kepelatihan
- SSB Arema
- Akademi Arema (2004)
- Timnas U-17 (2005)
- Persiko Kota Baru (2006)
- POMNAS Jatim (2007)
- Persekam Metro Kab Malang (2007)
- PON Jatim (2006/2008)
- POM ASEAN (2008)
- Persik Kediri (2009)
- Persebaya Surabaya (2009)
- Persisam Putra Samarinda (2009-2010)
- Persema Malang (2010)
- Persebaya Surabaya (2010-2011)
- Timnas U-23 Asisten Pelatih (2011)
- Timnas U-23 (2013-2015)
- Arema FC (2017)
- Persela Lamongan (2017)
- PSIM Jogja (2019)
- Persebaya Surabaya (2019)
- Persikabo 1973 (2023-sekarang)
Berita Terkait
-
Ramadhan Sananta Ungkap Alasan Utama Terima Pinangan Persebaya Surabaya
-
Bernardo Tavares Yakin Ramadhan Sananta Meledak Lagi Bersama Persebaya
-
Resmi Jadi Pemain Persebaya, Ramadhan Sananta: Halo Rek, Aku Wis Ijo!
-
Persebaya Rekrut 5 Pemain Sekaligus, Daftarnya Bukan Kaleng-kaleng!
-
Ernando Ari Perpanjang Kontrak di Persebaya Surabaya
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Coach Timo dan Jacksen F. Tiago Turun Gunung Cari Bakat Sepak Bola Putri di Women's Soccer Trilogy
-
John Herdman Pasang Misi Besar! Timnas Indonesia Harus Lolos ke Piala Dunia 2030
-
Shin Tae-yong Sadar Tidak Mudah Melatih Persija, Tekanan Suporter Jadi Sorotan
-
John Herdman Pasang Target Tinggi, Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Pelatih Spanyol Larang Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Demi Ini
-
Persija dan Persib Harus Tanggung Denda Ratusan Juta dari Komdis PSSI Gara-gara Ulah Suporter
-
Timnas Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dibantai Jepang
-
Kuota 11 Pemain Asing di Super League Tak Berubah, League Cup Masih Jadi Tanda Tanya
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0