Suara.com - Timnas Indonesia punya rekor buruk melawan Irak di pentas internasional dalam beberapa perjumpaan terakhir. Mampukah skuad Garuda kini merubah nasibnya menghadapi superioritas tim Singa Mesopotamia?
Pertemuan berikutnya kedua tim segera akan terjadi di lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (6/6/2024) sore ini pukul 16:00 WIB, menandai momen krusial bagi Timnas Indonesia.
Kemenangan akan meloloskan Timnas Indonesia ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang akan jadi pencapaian historis untuk pertama kalinya bagi skuad Garuda di ajang ini.
Namun, itu takkan mudah. Irak superior di Grup F dengan rekor sempurna empat kemenangan sejauh ini. Plus, Irak juga mendominasi rekor head to head melawan tim Merah Putih.
Kalah Beruntun 4 Kali
Timnas Indonesia selalu mendapat hasil buruk dalam pertandingan melawan Irak sejak terakhir kali menang pada Piala Kemerdekaan tahun 2000 silam.
Dalam empat pertemuan terakhir, Timnas Indonesia senior menderita kekalahan beruntun. Dua kekalahan pertama terjadi pada Kualifikasi Piala Asia 2015 dengan skor 0-1 dan 0-2.
Rekor buruk tersebut berlanjut pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua, yakni pada matchday 1 Grup F pada November 2023 lalu, dengan kekalahan telak 1-5 Timnas Indonesia saat tandang ke Basra.
Sementara pada pertemuan teranyar, pada fase grup Piala Asia 2023 di Qatar pada awal tahun 2024 ini, skuad Merah Putih kalah 1-3.
Baca Juga: 2 Keunggulan Utama Irak, Bisa Jadi Senjata Mematikan untuk Sikat Timnas Indonesia
Harus Akui Irak Lebih Unggul
Dalam total 13 pertemuan sejak 1968 hingga kini, Timnas Indonesia total hanya menang dua kali melawan Irak.
Sedangkan Irak berhasil memenangkan delapan pertandingan, dengan tiga lainnya berakhir imbang.
Kemenangan terakhir Indonesia atas Irak terjadi pada Piala Kemerdekaan 2000 dengan skor 3-0.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Profil Timnas Haiti: Kuda Hitam Karibia yang Kembali ke Piala Dunia Setelah Penantian 52 Tahun
-
Lamine Yamal Mulai Latihan Pemulihan Cedera Demi Membela Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026
-
Kurniawan Ingatkan Timnas Indonesia U-17 untuk Rayakan Kemenangan Secukupnya
-
Timnas Indonesia U-17 Selamatkan Wajah ASEAN, Menang Dramatis di Piala Asia U-17 2026
-
Profil Timnas Jerman: Tenaga Muda Der Panzer Siap Jadi Penantang Gelar Juara Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Blak-blakan Casemiro soal Nasib Neymar di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Haiti: Kuda Hitam Karibia yang Kembali ke Piala Dunia Setelah Penantian 52 Tahun
-
Lamine Yamal Mulai Latihan Pemulihan Cedera Demi Membela Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026
-
Kondisi Kylian Mbappe Jelang El Clasico Bikin Khawatir Real Madrid di Tengah Isu Keretakan Tim
-
Tayo Adaramola Dapat Panggilan Perdana Timnas Republik Irlandia
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Ini Alasan Laga Digelar 1.000 Km dari Jakarta
-
Casemiro Berpotensi Gabung Inter Miami
-
Clarence Seedorf Sebut Arsenal 'Tim Juara' usai Tembus Final Liga Champions
-
Jeremy Doku Tegaskan Manchester City Belum Menyerah Kejar Gelar
-
Kurniawan Ingatkan Timnas Indonesia U-17 untuk Rayakan Kemenangan Secukupnya