Suara.com - Timnas Indonesia berhasil mengukir prestasi gemilang dengan lolos ke Piala Asia 2027 setelah mengalahkan Filipina 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (11/6) malam.
Kemenangan ini mengantarkan Timnas Indonesia ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dua gol Timnas Indonesia dicetak oleh Thom Haye pada menit ke-53 dan Rizky Ridho pada menit ke-74.
Kemenangan ini menjadi kado manis bagi para suporter Timnas Indonesia yang memadati SUGBK.
Pelatih Filipina, Tom Saintfiet, tak lupa memberikan pujian kepada Timnas Indonesia atas performa gemilangnya.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia atas kemenangannya dan lolos ke Piala Asia 2027," ujar Saintfiet.
Saintfiet mengakui Timnas Indonesia tampil lebih kuat dan solid di pertandingan kali ini.
"Saya puas akan tim saya," tambahnya.
Meski kalah, Saintfiet tetap bangga dengan penampilan timnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Tembus Babak 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Patahkan Rekor 1958 dan 1986
"Saya bangga dengan para pemain saya, mereka telah berjuang dengan penuh semangat," kata Saintfiet.
Filipina kini akan fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi Kualifikasi Piala Asia 2027.
"Sekarang kami akan bersiap untuk Piala Asia," pungkas Saintfiet.
Timnas Indonesia kembali mengukir sejarah setelah sebelumnya pada tahun ini mencatatkan sejarah dengan menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 Qatar dan semifinal Piala Asia U-23 2024.
Kali ini, Garuda terbang lebih tinggi dengan melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia untuk pertama kalinya setelah mengalahkan timnas Filipina dengan skor 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa.
Sebanyak dua gol Indonesia yang dicetak Thom Haye (31') dan Rizky Ridho (55') cukup membawa Garuda menempati posisi kedua klasemen akhir Grup F dengan 10 poin untuk lolos ke putaran ketiga sekaligus otomatis lolos ke Piala Asia 2027, menemani pemuncak klasemen Irak yang sudah lolos terlebih dahulu.
Jumlah poin ini sudah tak mampu dikejar Vietnam yang kini di posisi ketiga dengan enam poin, dengan apapun hasil melawan Irak di Stadion Internasional Basra pada Rabu (12/6) pukul 01.00 WIB, sudah tak berpengaruh pada nasib The Golden Stars di babak kualifkasi.
Indonesia pernah bermain di putaran final Piala Dunia 1938, tapi saat itu masih bernama Hindia Belanda. Dan untuk format saat ini, Indonesia belum pernah melaju ke babak ketiga dengan laju terbaik sebelumnya terjadi pada kualifikasi Piala Dunia 1986, yaitu melaju ke putaran kedua.
Di putaran ketiga, Indonesia akan bersaing dengan 17 negara lainnya termasuk Jepang, Qatar, Korea Selatan, hingga Australia, untuk memperebutkan enam tempat lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 yang dimainkan pertama kalinya di tiga negara, yaitu di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sebanyak 18 tim di putaran ketiga akan dibagi tiga grup yang diisi enam tim dengan dua tim teratas dari setiap grup otomatis lolos ke Piala Dunia 2026.
Andaikan gagal menjadi juara dan runner up grup, Indonesia masih memiliki kesempatan lolos apabila menyelesaikan putaran ketiga di posisi ketiga atau keempat karena dua posisi itu akan memainkan putaran keempat dan kelima untuk memperebutkan dua tiket otomatis tersisa dan satu tiket playoff.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut