Suara.com - Persija Jakarta mengumumkan sudah terbebas dari sanksi FIFA. Kini, tim kesayangan Jakmania itu sudah bisa mempersiapkan diri menatap Liga 1 2024/2025.
Sebelumnya, Persija dihantui sanksi berupa larangan merekrut pemain maksimal tiga periode bursa transfer. Ini karena tim kesayangan Jakmania itu bermasalah dengan pembayaran transfer pemain.
Salah satu kewajiban Persija dalam proses transfer di awal Liga 1 2023/2024 dengan pihak terkait telah dituntaskan. Alhasil, Macan Kemayoran telah terbebas dari sanksi tersebut.
“Alhamdulillah Persija sudah membereskan hal-hal yang menjadi dasar dari sanksi FIFA," kata Direktur Utama Persija Ambono Janurianto dalam keterangannya, Kamis (13/6/2024).
"Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak yang berkaitan dan kini sudah beres semuanya,” jelasnya.
Sejauh ini Persija memang belum bergerak dalam hal mempersiapkan tim menatap Liga 1 2024/2025. Belum ada kabar siapa pemain yang akan dibuang atau didatangkan.
Rumor kini menguat bahwa Persija akan menggantikan posisi Pelatih Thomas Doll. Tetapi, sampai sekarang belum ada informasi resminya.
Musim lalu, Macan Kemayoran gagal memenuhi target finish di posisi empat besar. Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan tertahan di posisi delapan klasemen akhir BRI Liga 1 2023/2024.
Baca Juga: 3 Lawan Paling Berat yang Bakal Dihadapi Timnas Indonesia di Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan