Suara.com - PSSI sedang mengusahakan agar Maarten Paes bisa bersyarat membela timnas Indonesia. Salah satu langkahnya adalah lewat jalur CAS .
Maarten Paes sejatinya sudah menyandang status WNI. Akan tetapi, kiper yang berkarier di FC Dallas belum eligeble untuk memperkuat timnas Indonesia.
Sebab perpindahan federasi Maarten Paes dari KNVB ke PSSI belum selesai. Bahkan hal itu juga harus diselesaikan lewat jalur CAS.
Hal ini karena Maarten Paes terbentur Statuta FIFA terkait batasan umur. Di usianya yang sudah 22 tahun, ia ternyata sempat bermain untuk Belanda U-21.
Maka dari itu, PSSI mengupayakan kasus Paes ini ke CAS agar kiper berusia 26 tahun ini bersyarat membela skuad Garuda.
Walau demikian, hal itu berlangsung rumit dan akan panjang. Apalagi dikabarkan kasus Paes masih belum akan dibahas sampai akhir Juli 2024.
Belum lama ini, pengamat sepak bola bernama Haris Pardede atau yang akrab disapa Bung Harpa mengungkapkan soal kasus Paes. Ia membeberkan ternyata biaya sidang di CAS ini sangat mahal menembut Rp32 miliar.
"Untuk biaya bertarung atau bersidang di CAS ternyata tidak murah. Walaupun untuk PSSI atau Erick Thohir tidak mahal, yaitu 1 sampai 2 juta dolar AS. Saya dapat informasi dari sumber yang kredibel, jadi sekarang dolar lumayan tinggi 16 ribu, sekitar 16 sampai 32 miliar (rupiah)," ucap Bung Harpa di YouTube pribadinya.
Adapun biaya tersebut belum termasuk lawyer, biaya akomodasi dan transportasi. Maka dari itu, biaya yang dibutuhkan sangat tinggi.
Baca Juga: Sinyal Timnas Indonesia Bakal Kehilangan Shin Tae-Yong, Begini Kata Erick Thohir
“Bayangkan bagaimana perjuangan PSSI, khususnya bapak Erick Thohir. Walaupun nanti pembayarannya dari uang kas PSSI, ini merupakan bagian dari upaya membuat tim nasional kita berjaya dengan memuluskan Maarten Paes memperkuat Timnas Indonesia," jelasnya.
Adapun Erick Thohir juga mengatakan bahwa jalan Maarten Paes untuk bisa membela timnas Indonesia masih panjang. Namun, PSSI akan fokus agar dirinya bersyarat membela skuad Garuda.
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Lee Chun-soo, Legenda Mesin Gol Taegeuk Warriors Dorong Shin Tae-yong Kembali Melatih Timnas Korea Selatan
-
Dear PSSI! Eks Real Madrid Ini Nganggur, Paten Buat Gantikan Shin Tae-yong
-
Pemain Keturunan Adrian Wibowo Cetak Gol untuk Eks Klub Gareth Bale, Siap Bela Timnas Indonesia U-20?
-
Respons Tenaga Ahli Kemenpora Soal Runner Up Top Skor Liga Belanda yang Siap Bela Timnas Indonesia
-
Jadwal Drawing Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, STY Dipastikan Absen
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Ivan Kolev Sentil Tren Naturalisasi di Timnas Indonesia: Era Saya Pemain Lokal Diutamakan
-
Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...
-
Bos Grup Djarum Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Klub Serie A Ucap Belasungkawa
-
Atmosfer Suporter Garuda Bikin Luke Vickery Merinding, Siap Bela Timnas Indonesia
-
Luke Vickery Blak-blakan! Tinggal Tunggu Here We Go Bela Timnas Indonesia
-
Semakin Canggih, Ranking FIFA akan Diperbarui Real Time Mulai Maret 2026
-
Seleksi Lebih dari 170 Orang, 10 Pemain Ini Wakili Indonesia di Ajang Piala Dunia Anak Jalanan 2026
-
Bomber Timnas Bulgaria Sudah Gatal Ingin Injak Rumput Stadion GBK
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Bek Persib Bandung Rela Korbankan Kepentingan Pribadi