Suara.com - Klub Liga Thailand Pattaya United resmi merekrut pemain bernama Masato Sugiharto. Ditilik dari nama, pemain yang berposisi sebagai winger ini sangat Indonesia sekali.
Pattaya merekrut Masato sejak awal tahun ini. Dari informasi yang dihimpun, Pattaya tak hanya datangkan Masato namun juga Jamie de la Croix yang berasal dari akademi Brabantia.
Menariknya, dilansir dari pemberitaan media Thailand disebutkan bahwa Masato Sugiharto disebut sebagai pemain berdarah Thailand-Belanda.
"Untuk membangun tim di masa depan, klub mencapai kesepakatan dengan dua pemain muda berdarah campuran, Thailand-Belanda, Masato Sugiharto dan Jamie de la Croix," tulis laporan Ballthai.com, Minggu (14/7/2024).
Di laman Transfermarkt, Masato juga bertuliskan berkewarganegaraaan Thailand dan Belanda. Ia kelahiran 7 Juni 2009.
Sementara itu dihimpun dari sejumlah sumber, karier sepak bola Masato Sugiharto berawal saat ia menimba ilmu sepak bola di akademi Brabantia.
Disebutkan bahwa Masato memang menimba ilmu sepak bola di akademi tersebut. Ia terdaftar di tim level U-13, namun tak ada catatan pertandingan yang pernah dilakoninya.
Dari akademi Brabantia, Masato kemudian bergabung di klub yang pernah dibela pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes, FC Eindhoven. Masato tercatat bergabung di akademi FC Eindhoven.
Lantas benarkah Masato Sugiharto memiiki darah Indonesia? Di akun Instagram miliknya, Masato pada kolom profil menyematkan bendera Indonesia dan Thailand.
Baca Juga: Eks Bek Timnas U-19 Prediksi Spanyol Kalahkan Inggris, Carvajal dan Dani Olmo Nyekor
Di akun Instagram miliknya, sejumlah netizen Indonesia sudah ramai memberikan komentar. Bahkan ada netizen yang menyematkan akun milik asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto.
Sayangnya tak banyak informasi detail mengenai Masato Sugiharto. Pemberitaan media Thailand soal sepak terjangnya di Pattaya pun sangat minim.
Berita Terkait
-
Eks Bek Timnas U-19 Prediksi Spanyol Kalahkan Inggris, Carvajal dan Dani Olmo Nyekor
-
Dear Suporter! Catat Jadwal Main Timnas Indonesia Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Analisis Luis Milla: Spanyol vs Inggris, Butuh Faktor X untuk Jadi Juara Euro 2024
-
Beda Sikap Shin Tae-yong vs Bung Towel saat Terima Kritikan, Level Kualitas Berbicara
-
Siapa Masato Sugiharto Wonderkid Keturunan Indonesia yang Kini Direbut Thailand?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar
-
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Juara Grup, Pantai Gading Cetak Sejarah
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera