Suara.com - Jelang partai final Euro 2024 antara Spanyol vs Inggris yang akan berlangsung Senin (15/7/2024) dinihari WIB, eks pelatih timnas Indonesia dan Persib, Luis Milla punya analisis tersendiri.
Luis Milla mengungkapkan bahwa kondisi sepak bola secara global telah berubah. Secara filosofi, kata Milla bahwa dasar dan taktik fisik serta permainan telah mengalami pergeseran lima atau 10 tahun ke belakang.
Luis Milla yang saat masih membela Spanyol kerap mengalami kutukan di partai perempat final Euro mengakui, La Furia Roja seperti sulit untuk bisa melangkah ke final dan menjadi juara.
"Sekarang Spanyol hampir selalu berada di posisi empat besar di sebuah turnamen. Hal ini tentu saja sangat memuaskan banyak pihak," kata Milla seperti dilansir dari Diario de Teruel, Minggu (14/7).
Menurut Milla hal itu tentu saja dilatarbelakangi keinginan dari sepak bola untuk berubah, mengikuti perkembangan sepak bola kekinian.
"Sekarang Spanyol beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dalam sepak bola global dan itu jadi kesempatan untuk jadi pendorong tim menjadi lebih maju," sambunya.
Diakui oleh Milla, bahwa ia tak pernah memprediksi bahwa Spanyol bisa melangkah ke final Euro 2024. Apalagi jika melihat komposisi pemain muda yang belum punya jam terbang di kompetisi internasional.
"Saya tentu tidak menyangka bahwa kami bisa mencapai final. Tapi faktanya, kondisi sepak bola Spanyol sangat sehat dan baik. Konsep-konsep baru muncul dan dengan cepat diasimilasikan," jelas Milla.
"Bagi saya tim Spanyol menjadi tim terbaik di turnamen ini. Namun Anda selalu membutuhkan satu faktor lain untuk bisa meraih gelar di partai final," kata Milla.
Baca Juga: Tiki Taka Out, Direct Football In: Revolusi Spanyol di Final Euro 2024: Inggris Bisa Apa?
Yang dimaksud Milla, satu faktor lain ialah bagaimana pemain bisa menentukan untuk mencetak gol serta faktor keberuntungan.
"Level yang sangat tinggi dan sedikit keberuntungan," ujar Milla.
"Saya berharap mereka terus berada di level itu dan dengan keberuntungan di pihak kami untuk bisa menambah koleksi satu piala Eropa," harap Luis Milla.
Tag
Berita Terkait
-
Tiki Taka Out, Direct Football In: Revolusi Spanyol di Final Euro 2024: Inggris Bisa Apa?
-
Nestapa Inggris, Satu-Satunya Juara Dunia yang Belum Pernah Menjadi Juara Piala Eropa
-
Final EURO 2024: Saatnya Timnas Inggris Tuntaskan Rasa Penasaran di Level Benua
-
Beda Sikap Shin Tae-yong vs Bung Towel saat Terima Kritikan, Level Kualitas Berbicara
-
Siapa Masato Sugiharto Wonderkid Keturunan Indonesia yang Kini Direbut Thailand?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Klasemen Terbaru Liga Inggris Usai Arsenal Dipermalukan Manchester United di Emirates
-
Hasil Liga Inggris: Manchester United Bungkam Arsenal 3-2, Setan Merah Tembus Empat Besar
-
Kejutan! Persib Bandung Resmi Rekrut Dion Markx, Dikontrak 2.5 Tahun
-
Here We Go! Layvin Kurzawa Resmi Gabung Persib Bandung, Ini Durasi Kontraknya
-
10 Fakta Layvin Kurzawa Pemain Anyar Persib: Bek Kiri Termahal, Rekor di Liga Champions
-
Profil Pemain Kesayangan Shin Tae-yong yang Curi Perhatian John Herdman
-
Profil Pemain Gunungkidul Berbandrol Rp3,48 Miliar yang Menarik Perhatian John Herdman
-
Dua Nama Pemain Muda Jadi Sorotan John Herdman Usai Nonton Laga BRI Super League, Siapa Mereka?
-
Cole Palmer Dibidik Manchester United dan Manchester City, Chelsea Ketar-ketir
-
Alasan Deco Ngebet Rekrut Pemain Keturunan Medan Juwensley Onstein, Disebut-sebut Permata Baru