Suara.com - Penyerang keturunan Indonesia, Mauresmo Hinoke dikabarkan bisa saja batal untuk diproses naturalisasi karena bakal terganjal aturan FIFA.
Mauresmo Hinoke merupakan penyerang potensial yang diproyeksi untuk membela timnas Indonesia U-20.
Pemain yang berkarier di FC Dordrecht ini sudah ikut trial saat timnas Indonesia mentas di Toulon Cup 2024. Ia tampil impresif dengan sumbangan satu gol ketika melawan Jepang.
Berkat performa apiknya, Indra Sjafri merekomendasikan nama Mauresmo Hinoke bersama Dion Markx dan Tim Geypens kepada PSSI untuk diproses naturalisasi.
Akan tetapi, pemain berusia 19 tahun ini justru terancam batal diprosess naturalisasi. Sebab, hal itu menyangkut garis keturunannya.
Menurut laporan dari Bung Binder via YouTube pribadinya, Mauresmo Hinoke punya garis keturunan Indonesia di buyutnya.
"Mauresmo Hinoke yang rencananya mau dinaturalisasi oleh PSSI, tapi saya mendapatkan informasi Hinoke sulit dinaturalisasi karena sudah lebih dari tiga garis keturunan. Dia punya garis keturunan Indonesia. Kalau nggak salah di atas dari neneknya (buyut)," ucap Bung Binder dikutip dari YouTube Bola Bung Binder.
"Itu yang saya dapat informasi nggak tahu benar atau nggak, jadi belum tentu juga dia akan bisa dinaturalisasi. Kita akan tunggu saja nanti gimana progresnya tentang naturalisasi Hinoke," tukasnya.
Nah, aturan FIFA sendiri memang sudah memberikan ketentuan terkait naturalisasi pemain yang diatur dalam pasal 7 tentang perubahan kewarganegaraan, yaitu:
Baca Juga: Bukan Striker, PSSI Bocorkan Pemain yang Sedang Diproses Naturalisasi Posisinya Gelandang dan Bek
- Pemain lahir di negara bersangkutan (dalam hal ini Indonesia)
- Ibu atau ayah kandung lahir di negara terkait (dalam hal ini Indonesia)
- Nenek atau kakek kandung lahir di negara terkait (dalam hal ini Indonesia)
- Pemain telah tinggal di negara terkait (dalam hal ini Indonesia) selama lima tahun saat usianya mencapai 18 tahun
Maka dari itu, garis keturunan Hinoke yang dari buyutnya membuat dirinya bisa saja tidak eligeble untuk perubahan asosiasi.
Berita Terkait
-
Lupakan Eropa! Marselino Ferdinan Justru Berpeluang Main di Liga Nomor Satu Ini
-
Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2024, Media Vietnam Bereaksi Seperti Ini
-
Siapa Tyra Gunara? Kiper Diaspora yang Bisa Jadi Opsi Timnas Putri Indonesia
-
Sengaja atau Trik? Pelatih Cina Bocorkan Informasi Tim, Shin Tae-yong Wajib Manfaatkan
-
Disebut Belum Level Asia, Timnas Indonesia Diminta Buktikan Diri di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu
-
Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya