Suara.com - Pertandingan perebutan medali perunggu Olimpiade Paris 2024 akan mempertemukan dua negara Afrika yang sama-sama mengincar podium pertama mereka. Mesir dan Maroko akan berhadapan dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit. Mereka akan bertanding Kamis malam ini Pukul 22.00 WIB di Stade de la Beaujoire, Nantes.
Kedua negara dari kawasan Afrika Utara ini telah menampilkan permainan memukau sepanjang turnamen.
Mesir, asuhan pelatih peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, Rogerio Micale, berhasil menyingkirkan Spanyol di babak penyisihan grup dan Paraguay melalui adu penalti di perempat final. Sayangnya, langkah mereka terhenti di semifinal setelah dikalahkan tuan rumah Prancis.
Sementara itu, Maroko juga menunjukkan kejutan dengan menumbangkan juara dunia Argentina di fase grup serta menghancurkan Amerika Serikat di babak delapan besar. Namun, impian meraih emas harus kandas setelah dikalahkan Spanyol di semifinal.
Kedua tim berambisi untuk mengikuti jejak Ghana, Nigeria, dan Kamerun yang pernah meraih podium dalam ajang Olimpiade.
Duel ini akan menjadi pertarungan prestisius untuk menentukan siapa yang berhak menyandang gelar kebanggaan sepak bola Afrika.
Laga Mesir melawan Maroko akan berlangsung di Stade de la Beaujoire, Nantes, pada pukul 17:00 waktu setempat.
Mesir telah tiga kali tampil di perebutan medali perunggu sebelumnya.
Pada tahun 1928 di Amsterdam, mereka kalah telak dari Italia dengan skor 3-11.
Baca Juga: Gagal Sumbang Medali, Eko Yuli: Saya Sudah Berjuang Sampai Tetes Darah Terakhir
Kemudian, pada Olimpiade Tokyo 1964, mereka kembali gagal meraih podium setelah dikalahkan Jerman Barat dengan skor 1-3.
Maroko memiliki peluang untuk menciptakan sejarah melalui Soufiane Rahimi. Jika mencetak gol dalam pertandingan ini, Rahimi akan menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam enam pertandingan Olimpiade secara beruntun.
Pelatih Mesir, Rogerio Micale, mengakui kekuatan lawan namun tetap optimis.
"Pertandingan melawan Maroko akan sangat sulit," ujar Micale dikutip dari laman FIFA.
"Namun, kami harus bangkit dan berusaha meraih kemenangan karena medali ini sangat penting. Ini akan menjadi kebanggaan besar jika bisa meraih medali kedua setelah emas bersama Brasil di Rio 2016. Kami akan berjuang habis-habisan."
Sementara itu, pelatih Maroko, Tarik Sektioui, mengaku kecewa gagal mencapai final namun bertekad untuk bangkit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Turki Tersingkir di Piala Dunia 2026, Arda Guler: Sedih dan Malu
-
Pernah Kalah dari Timnas Indonesia, Herve Renard Incar Kemenangan Lawan Jepang di Piala Dunia 2026
-
Brace Deniz Undav Bawa Jerman Comeback Atas Pantai Gading dan Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Hajar Swedia 5-1, Belanda Melesat Puncaki Klasemen Sementara Grup F Piala Dunia 2026
-
Prediksi Spanyol vs Arab Saudi: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik
-
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Kisah Gila Dennis Dargahi: Tes DNA Hingga Ganti Nama Demi Bela Timnas Iran di Piala Dunia 2026
-
Predisi Skor Tunisia vs Jepang Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
3 Calon Pemain Naturalisasi yang Kemungkinan Tak Dilirik John Herdman ke Timnas Indonesia
-
Dicap Terlalu Mahal, TVRI Bongkar Alasan Hak Siar FIFA Rp1,3 Triliun