Sport / Raket
Kamis, 08 Agustus 2024 | 13:54 WIB
Kepala pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky [Humas PBSI]

Suara.com - Mantan pelatih sektor ganda campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky kecewa dengan prestasi yang diraih tim bulu tangkis Indonesia di Olimpiade 2024 Paris.

Menurut Richard Mainaky, PBSI selaku federasi bulu tangkis nasional harus bertanggung jawab dengan hasil buruk yang diraih.

Richard, selaku pelatih yang membawa Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjuarai Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, meminta PBSI untuk segera introspeksi dan evaluasi.

"Pasang surut prestasi itu selalu terjadi. Tapi kalau PBSI mau introspeksi dan evaluasi, ya menurut saya sudah harus mulai dari sekarang demi [target] mengembalikan tradisi emas Olimpiade empat atau bahkan delapan tahun ke depan," kata Richard Mainaky kepada Suara.com, Kamis (8/8/2024).

Richard yang kini aktif mengembangkan bulu tangkis di kampung halaman istrinya di Tondano, Sulawesi, mengaku siap andai PBSI minta bantuan untuk melakukan evaluasi.

"Untuk turun gunung (kembali ke Pelatnas PBSI) sudah bukan waktunya [untuk saya]," kata Richard Mainaky.

"Tapi kalau dibutuhkan, [saya siap] untuk berdiskusi demi evaluasi dan memberi masukan-masukan. Mungkin lebih ke sana," tambahnya.

Lebih jauh, Richard berharap PBSI menyadari bahwa seluruh elemen dalam tubuh federasi harus kompak dan punya satu tujuan yang sama demi memajukan bulu tangkis Indonesia.

"Kuasa penuh, keputusan harus satu jalan dari pelatih, Kabid Binpres hingga Ketua Umum," kata Richard.

Baca Juga: Bedah Statistik Spanyol Jelang Hadapi Prancis di Final Olimpiade 2024

Bulu tangkis Indonesia babak belur di Olimpiade 2024 dengan hanya meraih medali perunggu lewat sektor tunggal putri melalui Gregoria Mariska Tunjung.

Ini menjadi kali kedua sejak bulu tangkis dipertandinkan secara resmi di Olimpiade pada 1992 di mana Indonesia gagal meraih medali emas.

Sebelum 2024, tim bulu tangkis Indonesia gagal meraih medali emas pada 2012 di London.

Load More