Suara.com - Pecinta sepak bola Tanah Air tidak perlu khawatir karena televisi yang akan menayangkan agenda Timnas Indonesia di kejuaraan naungan AFC telah dipastikan. Mereka adalah MNC Media & Entertainment.
PT Media Nusantara Citra (MNC) Media & Entertainment dan AFC akan bekerja sama untuk periode 2025-2028 di wilayah Indonesia, Papua Nugini, dan Timor-Leste. Perjanjian ini mencakup semua kompetisi tim Nasional di ajang AFC dalam periode tersebut.
Beberapa kejuaraan itu termasuk AFC Asian Qualifiers Road to 2026, AFC Women’s Asian Cup Australia 2026, AFC Asian Cup Saudi Arabia 2027, AFC U-23 Asian Cup 2026-2028, dan kompetisi AFC lainnya.
Selain itu ada juga AFC Champions Elite (Liga Champions Asia), AFC Women’s Champions League, dan AFC Champions League Two (Piala AFC).
“Kami sangat senang mengumumkan perpanjangan kemitraan kami dengan AFC, yang merupakan pencapaian besar lainnya bagi MNC Group. Kolaborasi ini akan meningkatkan layanan kami dan menyajikan pertandingan sepak bola untuk para pemirsa," kata Hary Tanoesoedibjo selaku Executive Chairman MNC Group dalam keterangannya.
“MNC Group tetap berdedikasi untuk menawarkan konten berkualitas tinggi dan sangat bernilai kepada penggemar sepak bola melalui platform kami, sekaligus menciptakan rasa kebersamaan dan antusiasme yang kuat," jelasnya.
Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor John mengatakan kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat sepak bola di Asia. Ia berharap ada banyak momentum bersejarah tercipta dari tayangan ini.
"Kami berharap dapat menampilkan lebih banyak momen bersejarah kepada jutaan pemirsa pencinta sepak bola, khususnya di Indonesia, Timor-Leste dan Papua Nugini agar sepak bola Asia terus menjangkau lebih banyak penggemar dari seluruh penjuru benua Asia," ujarnya.
Kesepakatan ini telah dilindungi dan akan dikelola oleh Asia Football Group (AFG), mitra komersial AFC. Patrick Murphy, CEO AFG berharap bisa bekerja sama dengan baik dengan AFC serta MNC.
Baca Juga: 2 Kelebihan Timnas Indonesia yang Bisa Bikin Arab Saudi Kelimpungan, No.2 Krusial
“Kami berharap dapat bekerja sama
dengan MNC dan AFC untuk memberikan liputan kelas dunia dari kompetisi bergengsi AFC kepada penggemar di wilayah tersebut," ucap Patrick.
Berita Terkait
-
Adu Hebat Shin Tae-yong vs Roberto Mancini Jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi: Bukti Gaji Besar Bukan Segalanya!
-
Jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi, PSSI Dikabarkan Pecat Puluhan Karyawan, Ada Apa?
-
Sosok Pemain Timnas Indonesia Termahal di ASEAN Ikut Lawan Arab Saudi, Jebolan Klub Eropa dan Punya Julukan 'Seram'
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara