Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, tetap memanggil deretan nama-nama pemain yang memiliki menit bermain minim bersama klubnya menjelang lawan Bahrain dan China pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Dari total 27 nama pemain yang dipilih Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas Indonesia pada ujian kali ini, ternyata ada beberapa nama pemain yang masih belum mendapatkan menit bermain yang reguler.
Padahal, menit bermain bersama klub ini sangat penting bagi para penggawa skuad Merah Putih tersebut yang bakal menghadapi laga-laga sulit di level internasional.
Berikut Suara.com menyajikan deretan pemain Timnas Indonesia yang minim menit bermain menjelang duel melawan Bahrain dan China pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
1. Pratama Arhan
Pratama Arhan yang kini berkarier di Korea Selatan bersama Suwon FC termasuk sebagai salah satu pemain yang nyaris tak pernah bermain menjelang bergabung dengan Timnas Indonesia.
Dia belum sempat diturunkan pada ajang apa pun. Namun, nyatanya bek berusia 22 tahun ini tetap menjadi langganan Shin Tae-yong.
Nasib yang dialami Marselino Ferdinan juga tak jauh berbeda dengan Pratama Arhan, bahkan setelah gelandang berusia 20 tahun itu bergabung dengan klub Liga Inggris, Oxford United.
Baca Juga: 3 Pemain Kunci Timnas Bahrain yang Perlu Diwaspadai oleh Skuad Indonesia
Sampai saat ini, Marselino Ferdinan belum terdaftar maupun dibawa oleh pelatih Oxford United dalam beberapa ajang, termasuk kasta kedua Liga Inggris dan ajang EFL Cup musim ini.
3. Ragnar Oratmangoen
Winger andalan Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, juga berangkat memperkuat Timnas Indonesia dengan bekal menit bermain yang sangat tipis bersama klubnya.
Pada musim ini, Ragnar baru bermain dua kali sebagai pengganti bersama klub barunya, FCV Dender, di kasta tertinggi Liga Belgia. Jika ditotal, jumlah menit bermainnya hanya 62 menit.
4. Nathan Tjoe-A-On
Selanjutnya, ada nama Nathan Tjoe-A-On yang belum banyak mendapatkan kepercayaan dari klubnya, Swansea City. Di kompetisi domestik, Nathan baru bermain sekali selama dua menit.
Berita Terkait
-
3 Pemain Kunci Timnas Bahrain yang Perlu Diwaspadai oleh Skuad Indonesia
-
Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Resmi Menjadi WNI, Diprediksi Debut Saat Lawan Bahrain
-
Marselino Ferdinan Mau Duet dengan Eliano Reijnders, Oxford United Malah Dihujat
-
Terbongkar Misteri Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Tidak Ucap Sumpah WNI di Kedubes Indonesia di Belanda
-
Malik Risaldi In Justin Hubner Out, Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia vs Bahrain dan China
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?