Suara.com - Kekecewaan yang dialami Timnas Indonesia setelah dicurangi wasit pada pertandingan melawan Timnas Bahrain pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia mendapatkan dukungan dari suporter Jepang.
Sebab, peristiwa lancung yang melibatkan wasit asal Oman, Ahmed Al Kaf, ini ternyata terdengar sampai berbagai negara di penjuru dunia. Suporter asal Jepang ternyata memberikan simpatinya atas hasil negatif ini.
Hal ini tak terlepas dari sebuah kesamaan nasib dari suporter Jepang dengan Indonesia. Sebab, ternyata mereka sudah merasakan kekecewaan serupa sejak lama karena dicurangi oleh wasit asal Timur Tengah.
“Masyarakat Indonesia kini sudah sampai pada titik di mana mereka bisa merasakan serunya Timur Tengah. Saya ingin Anda menikmati sepenuhnya,” ujar netizen Jepang dalam sebuah kolom komentar di kanal YouTube.
Sementara itu, netizen lainnya mengungkapkan bahwa kinerja wasit curang asal Timur Tengah ini menjadi salah satu tanda bahwa skuad Garuda sudah memasuki level yang lebih tinggi, sehingga layak berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
“Semua orang di Indonesia, selamat datang di AFC yang sebenarnya. Inilah peluit Timur Tengah yang diterima Jepang setiap saat. Jika Anda bisa menikmatinya, Anda akan menjadi anggota tetap negara-negara peserta Piala Dunia,” tulis salah satu suporter Jepang.
Netizen lainnya juga mengakui bahwa nasib Timnas Indonesia yang dicurangi wasit asal Timur Tengah ini sudah pernah dirasakan negara-negara Asia lainnya seperti Korea Selatan hingga Australia.
“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, saya mohon maaf. Namun, mohon jangan berkecil hati. Jepang, Korea Selatan, dan Australia, semuanya pernah mengalami ancaman Timur Tengah,” tulis netizen lainnya.
“Sangat disambut baik bahwa Indonesia menjadi lebih kuat. Tim-tim di Eropa dan Amerika Selatan kuat karena mampu mengatasi persaingan ketat di wilayahnya. Saya yakin akan sangat bagus jika Aisa dapat melakukan hal yang sama,” lanjutnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Dapat Sanksi dari AFC usai Tahan Imbang Bahrain?
Tak hanya itu saja, ada suporter asal Jepang yang juga mengakui jika menghadapi wasit asal Timur Tengah sering kali meninggalkan hal-hal yang tidak masuk akal.
Namun, netizen ini tetap memberikan dukungan karena Timnas Indonesia tetap bermain dengan sportif karena tidak menampilkan permainan yang kasar dan tidak bergantung pada pertolongan wasit.
“Ini adalah babak kualifikasi AFC. Sangat sulit untuk melewati babak kualifikasi sambil menghadapi wasit yang tidak masuk akal di Timur Tengah (Kiper Jepang pernah menerima kartu merah yang tidak masuk akal di masa lalu),” tulis netizen tersebut.
“Namun, menurut saya, Indonesia adalah tim yang paling berkembang dan energik di Asia tanpa bergantung pada wasit atau permainan kasar. Ayo, terus lakukan yang terbaik,” imbuhnya.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Dapat Sanksi dari AFC usai Tahan Imbang Bahrain?
-
Jawaban Mees Hilgers Ditanya Peluang Kevin Diks Gabung Timnas Indonesia
-
Curhat Maarten Paes Usai Timnas Indonesia 'Dikerjai' Wasit: Berjuang Sampai Akhir Tak Cukup....
-
Misi Licik Negara Arab 'Amankan' Tiket Tambahan Piala Dunia 2026, Negara ASEAN Bakal Dikerjai!
-
Jatuh Tertimpa Tangga! Striker Andalan Cina Cedera Jelang Lawan Timnas Indonesia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan