Suara.com - Kevin Diks dipastikan bisa memperkuat Timnas Indonesia saat menghadapi Jepang pada ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sendiri yang mengonfirmasi kepastian ini. Proses naturalisasi Diks yang sudah rampung pada Jumat (8/11) lalu dan beberapa hari setelahnya perpindahan federasinya juga rampung.
Dua tahap kunci itu yang jadi alasan sang pemain bisa langsung membela Timnas Indonesia saat menghadapi Jepang di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Jumat (15/11) malam WIB.
Dengan hadirnya Kevin Diks, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan Skuad Garuda.
1. Hadirnya Sosok Berpengalaman
Kevin Diks tidak diragukan lagi bakal menjadi tambahan kekuatan yang signifikan buat Timnas Indonesia. Akan diperkuat olehnya, membuat Garuda bisa mendapatkan sosok berpengalaman.
Kevin Diks sudah terbiasa melawan pemain-pemain Asia yang mentas di Eropa. Kebetulan, Jepang banyak diisi oleh pemain-pemain yang berkarir di Eropa.
2. Menambah Variasi Lini Belakang
Kevin Diks tidak hanya bisa bermain sebagai bek tengah, pemain bermarga Bakarbessy itu juga bisa beroperasi sebagai bek kanan atau bek kiri.
Baca Juga: Pangeran Siau Siap Bantu Timnas Indonesia Hajar Jepang: Saya Ingat...
Fleksibilitas posisi Kevin Diks ini memberi Shin Tae-yong variasi taktik dan formasi karena bisa menempatkan Diks di posisi-posisi berbeda.
Dengan dipastikan tampil melawan Jepang, maka bisa menambah variasi formasi dan susunan pemain buat Shin Tae-yong.
3. Opsi Pencetak Gol
Segala situasi harus bisa dimaksimalkan oleh Timnas Indonesia untuk mencetak gol saat melawan Jepang. Kevin Diks bisa menjadi opsi untuk mencetak gol.
Meski posisinya adalah bek, ia bisa menjadi alternatif dalam mencetak gol karena kemampuan ofensifnya yang cukup baik. Pemain berusia 28 tahun itu juga punya kemampuan mengeksekusi tendangan penalti yang bagus.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey