Suara.com - Sepak bola memang tak pernah habis dengan kejutan. Herve Renard, pelatih yang pernah membuat Lionel Messi dan timnas Argentina bertekuk lutut di Piala Dunia 2022, kini harus menelan pil pahit di Jakarta.
Timnas Arab Saudi yang diasuhnya kalah telak 2-0 dari Indonesia asuhan Shin Tae-yong dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Selasa (19/11/2024) di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Perhatian pun tertuju pada sosok Herve Renard, yang kembali menjadi pelatih Arab Saudi belum lama ini.
Tidak banyak yang tahu bahwa sebelum menjadi pelatih ternama, Herve Renard pernah bekerja sebagai pembersih gedung di Paris. Setiap hari, dia membersihkan kantor-kantor sambil tetap bermimpi tentang sepak bola. Kisah hidupnya adalah testimoni sempurna tentang kekuatan tekad dan kerja keras.
Pria kelahiran Aix-les-Bains ini memulai karier sepak bolanya sebagai bek yang tidak terlalu mencolok di klub-klub kecil Prancis. Namun, justru pengalaman bermain di level bawah ini yang membentuk filosofi kepelatihannya yang pragmatis dan berorientasi pada hasil.
Renard dikenal dengan trademark kemeja putihnya yang selalu rapi di pinggir lapangan. Tapi bukan hanya penampilannya yang menarik perhatian - metode kepelatihannya juga unik. Dia terkenal dengan pendekatan psikologis yang kuat, mampu memotivasi pemain-pemain untuk bermain melampaui kemampuan mereka.
Kisah suksesnya di Afrika adalah bukti nyata kehebatannya. Dia mengubah Zambia dari tim underdog menjadi juara Piala Afrika 2012, mengalahkan tim-tim raksasa benua hitam. Tiga tahun kemudian, dia mengulangi prestasi serupa bersama Pantai Gading. Prestasi yang membuatnya dijuluki "The White Wizard" oleh media Afrika.
Ketika ditunjuk sebagai pelatih Arab Saudi pada 2019, banyak yang meragukan Renard. Namun, dia membuktikan kehebatannya dengan membawa The Green Falcons lolos ke Piala Dunia 2022. Yang lebih mengejutkan lagi, di turnamen tersebut dia orchestrasi kemenangan sensasional 2-1 atas Argentina.
Kemenangan atas tim Messi itu menunjukkan ciri khas Renard: analisis detail lawan yang mendalam, organisasi pertahanan yang solid, dan serangan balik yang mematikan. Dia bahkan terkenal memberikan motivasi dengan cara unik - meminta pemainnya membayangkan Messi hanya sebagai pemain biasa dengan dua kaki dan dua tangan.
Korban Terbaru Shin Tae-yong
Namun, sepak bola selalu punya plot twist. Di tengah hujan Jakarta, skema taktik Renard harus menyerah pada permainan cepat dan agresif timnas Indonesia bentukan Shin Tae-yong. Dua gol Marselino Ferdinan memastikan The Green Falcons pulang dengan tangan kosong.
Kekalahan ini menambah daftar korban high-profile Shin Tae-yong. Pelatih Korea Selatan ini memang dikenal dengan kemampuannya mengalahkan tim-tim besar. Sebelum mengalahkan Arab Saudi, timnas Indonesia di bawah asuhannya juga pernah mengejutkan Korea Selatan dan Vietnam.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong telah melakukan revolusi dalam gaya permainan tim Garuda. Dia memperkenalkan pressing tinggi, transisi cepat, dan keberanian bermain bola-bola pendek - elemen yang justru membuat Arab Saudi kesulitan di Jakarta.
Kemenangan atas tim asuhan Renard bukan hanya tentang tiga poin. Ini adalah bukti nyata bahwa transformasi timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong sudah berada di jalur yang tepat. Bahkan pelatih sekaliber Renard pun harus mengakui: sepak bola Indonesia sudah tidak bisa dipandang sebelah mata.
Herve Renard mungkin pernah membuat Messi kehilangan senyum di Qatar, tapi di Jakarta, dia harus mengakui kehebatan strategi Shin Tae-yong. Kisah ini mengajarkan bahwa dalam sepak bola modern, tidak ada lagi tim kecil atau tim besar - yang ada hanya persiapan dan eksekusi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rizky Ridho Pastikan Hubungannya dengan Beckham Putra Masih Bersahabat Usai Persija vs Persib
-
Petinggi Garudayaksa FC Resmi Ditunjuk sebagai Chairman Baru Oxford United
-
Maurizio Sarri Jelang Inter vs Lazio di Final Coppa Italia: Mentalitas Lebih Penting dari Taktik!
-
Kangkangi Lazio di Serie A Bukan Jaminan Inter Milan Juara Coppa Italia, Begini Kata Cristian Chivu
-
Rizky Ridho Akui Musim Ini Persija Jauh dari Harapan
-
Hansi Flick Terpaksa Biarkan Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina: Saya Nggak Suka!
-
Stadion Lukas Enembe Ditutup Sementara Pascakerusuhan
-
Fabio Lefundes Simpan Rahasia Taktik Borneo FC dalam Persaingan Juara BRI Super League
-
Hansi Flick Buka Suara usai Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina
-
Iker Casillas Tolak Jose Mourinho Kembali Latih Real Madrid