- Napoli tersingkir dari perempat final Coppa Italia setelah kalah adu penalti dari Como 1907.
- Pertandingan yang terjadi di Stadion Diego Armando Maradona berakhir imbang 1-1 sebelum babak tos-tosan.
- Pelatih Napoli mengkritik kualitas wasit dan VAR, serta menyoroti dampak badai cedera pemain penting.
Suara.com - Napoli harus mengubur mimpi di Coppa Italia setelah tersingkir di babak perempat final oleh klub orang Indonesia, Como 1907.
Napoli kalah oleh Como 1907 lewat drama adu penalti di perempat final. Bermain di Stadion Diego Armando Maradona, Selasa (10/2/2026) waktu setempat, Partenopei ditahan imbang 1-1 di waktu normal.
Napoli sempat unggul lebih dulu melalui penalti Martin Baturina. Namun, Como menyamakan skor di awal babak kedua lewat Antonio Vergara.
Pertandingan diwarnai kontroversi pada menit ke-50 ketika Jacobo Ramon dinilai beruntung tidak menerima kartu kuning kedua usai melanggar Rasmus Hojlund di tepi kotak penalti.
Laga kemudian berlanjut ke adu penalti. Napoli harus menerima kenyataan pahit setelah Romelu Lukaku dan Stanislav Lobotka gagal menuntaskan tugasnya, membuat Como melaju ke semifinal.
Usai pertandingan, Conte pun meluapkan amarahnya kepada perangkat pertandingan.
“Jangan selalu membahas wasit, karena pasti selalu ada yang mengeluh. Tapi ini memang bukan musim yang bagus untuk wasit dan VAR,” ujar Conte kepada Sport Mediaset.
“Semua mengeluh, pelatih, pemain, suporter. Sepak bola harus berkembang. Seperti kami meningkatkan tim, Rocchi juga harus meningkatkan kualitas wasit dan VAR. Ini tidak baik untuk sepak bola.”
Selain itu, Conte pun beralasan kegagalan Napoli disebabkan banyak pemain yang absen akibat badai cedera.
Baca Juga: Jatuh Bangun Emil Audero Lawan Atalanta: 7 Saves, 1 Blunder
“Bagaimana Anda bisa memprediksi cedera seperti ini? Dengan enam atau tujuh pemain penting absen berbulan-bulan, pemain yang sama dipaksa terus bermain. Itu memicu masalah lain,” tegas Conte.
Ia bahkan menyebut situasi yang dialami Napoli jarang terjadi di klub lain.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Pincang ke Thailand, 3 Bintang Persib Bandung Dipastikan Absen Lawan Ratchaburi
-
Calon Pelatih Timnas Indonesia Ditunjuk Jordi Cruyff Jadi Pelatih Jong Ajax, Alex Pastoor Nelangsa
-
Blunder Jordi Cruyff di Ajax Tuai Kritik Pedas, Nama Patrick Kluivert Ikut Terseret
-
Prediksi Susunan Pemain Persib Bandung Vs Ratchaburi di AFC Champions League Two
-
Jam Berapa Pertandingan Persib Bandung vs Ratchaburi FC di AFC Champions League Two?
-
West Ham 'Menelanjangi' Keterbatasan Skuad Manchester United Asuhan Carrick
-
Persija Terusir dari GBK, Ini Alasan dan Opsi Stadion Pengganti
-
4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Dikabarkan Tolak Pinangan Klub Super League
-
Prediksi Ratchaburi vs Persib Bandung di AFC Champions League Two, Rabu 11 Februari 2026
-
Kaki Kurzawa Sudah Gatal Libas Ratchaburi