Bola / Bola Indonesia
Rabu, 11 Februari 2026 | 15:09 WIB
Timnas Indonesia (IG Timnas Indonesia)
Baca 10 detik
  • Indonesia gagal ke Asian Games 2026 karena aturan baru kualifikasi dari AFC dan OCA.

  • Syarat kelolosan hanya diberikan bagi tim yang masuk putaran final Piala Asia U-23.

  • Indonesia absen setelah hanya menjadi runner-up grup pada kualifikasi Piala Asia bulan September.

Suara.com - Kabar buruk menimpa dunia sepak bola tanah air terkait partisipasi di ajang olahraga terbesar Asia, Asian Games 2026.

Langkah Timnas Indonesia dipastikan terhenti bahkan sebelum ajang Asian Games 2026 resmi dimulai di Jepang.

Penyebab utamanya adalah kebijakan anyar yang dirilis oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) baru-baru ini.

Lembaga tersebut bekerja sama dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA) untuk memperketat sistem seleksi peserta turnamen.

Keputusan ini menjadi tamparan keras bagi perkembangan prestasi sepak bola putra maupun putri di Indonesia.

1. Regulasi Baru Kualifikasi Sepak Bola

Informasi ini pertama kali mencuat melalui laporan media Singapura berdasarkan keterangan resmi otoritas setempat.

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) mengonfirmasi bahwa standar kelayakan peserta kini jauh lebih kompetitif.

Berdasarkan aturan terbaru tersebut, tiket menuju Asian Games 2026 hanya diberikan kepada tim tertentu.

Baca Juga: Dewa United, Liga Indonesia dan Rencana Besar Ivar Jenner yang Bisa Saja Digagalkan oleh Realita

Hanya negara-negara yang berhasil menembus putaran final Piala Asia U-23 2026 yang berhak berangkat.

Arab Saudi menjadi tuan rumah krusial yang menentukan nasib negara-negara di kawasan Asia tersebut.

2. Kegagalan Indonesia di Babak Kualifikasi

Sayangnya skuad Garuda Muda sudah dipastikan tidak memiliki tempat di putaran final turnamen tersebut.

Hasil minor pada babak kualifikasi yang berlangsung bulan September lalu menjadi akar penyebab kegagalan ini.

Indonesia yang saat itu bertarung di Grup J tidak mampu menunjukkan dominasi secara maksimal.

Persaingan melawan Korea Selatan, Laos, dan Makau ternyata berakhir cukup pahit bagi Indonesia.

Posisi runner-up yang diraih Tim Merah Putih ternyata tidak cukup untuk mengamankan tiket kelolosan.

3. Perubahan Drastis Sistem Pendaftaran Tim

Gerald Vanenburg yang saat itu menahkodai tim tidak mampu membawa anak asuhnya menjadi juara grup.

Padahal pada edisi sebelumnya proses pendaftaran tim sepak bola cenderung lebih longgar bagi negara anggota.

"Sebelumnya, tim sepak bola yang berlaga di Asian Games umumnya didaftarkan oleh komite olimpiade nasional masing-masing tanpa adanya kriteria kualifikasi khusus dari AFC," tulis Straits Times.

Perubahan format seleksi ini secara otomatis menutup pintu bagi tim yang gagal di kancah regional.

Kondisi ini tentu sangat kontras dengan pencapaian impresif Indonesia pada edisi Asian Games sebelumnya.

4. Kekecewaan di Bawah Kepemimpinan John Herdman

Publik sepak bola tentu merasa kecewa dengan absennya Timnas Indonesia pada ajang bergengsi tersebut.

John Herdman yang kini memegang kendali teknis kehilangan kesempatan untuk menguji kualitas skuad asuhannya.

Kegagalan ini memutus tren positif sepak bola Indonesia yang biasanya rutin berpartisipasi di multievent.

Pada perhelatan Asian Games 2022 di China, Indonesia sebenarnya mampu melaju hingga fase gugur.

Saat itu tim nasional berhasil mencapai babak 16 besar sebelum akhirnya terhenti di tangan lawan.

5. Persiapan Asian Games 2026 Nagoya

Asian Games 2026 sendiri dijadwalkan bakal berlangsung mulai pertengahan bulan September hingga Oktober mendatang.

Sebanyak 46 negara akan terlibat dalam perebutan medali di total 42 cabang olahraga berbeda.

Meskipun kontingen Indonesia tetap berangkat, sektor sepak bola dipastikan akan menjadi penonton saja kali ini.

PSSI selaku induk organisasi tertinggi sepak bola nasional sejauh ini masih belum memberikan pernyataan resmi.

Para penggemar masih menunggu penjelasan detail mengenai rencana tindak lanjut pasca kegagalan administratif ini.

Kehilangan panggung sebesar Asian Games tentu menjadi kerugian besar dalam hal jam terbang pemain muda.

Evaluasi total diperlukan agar sistem kualifikasi di masa depan tidak lagi menjadi batu sandungan utama.

Fokus pembinaan kini harus beralih pada turnamen-turnamen internasional lain yang masih tersedia dalam kalender.

Integrasi antara kompetisi domestik dan jadwal AFC menjadi kunci agar kegagalan serupa tidak terulang kembali.

Semoga transformasi sepak bola Indonesia tetap berjalan meski harus absen di ajang bergengsi Jepang nanti.

Load More