Suara.com - Berikut daftar pemain keturunan di Timnas Indonesia yang harga pasarnya atau Market Value-nya naik per Desember 2024 ini.
Baru-baru ini, situs Transfermarkt merilis daftar harga pasar terbaru para penggawa Timnas Indonesia, utamanya para pemain keturunan.
Banyak pemain keturunan di skuad Garuda justru mengalamai penurunan nilai pasar yang terbilang masif karena menurunnya pamor pemain atau performa pemain tersebut.
Sebagai contoh adalah Sandy Walsh. Bek kanan Timnas Indonesia ini mengalami penurunan nilai pasar dari yang sebelumnya Rp21,8 miliar menjadi Rp16,8 miliar per Desember ini.
Pun dengan pemain keturunan lainnya yakni Jordi Amat yang sebelumnya memiliki nilai pasar Rp13,4 miliar dan kini menjadi Rp12,6 miliar.
Penurunan nilai pasar Sandy Walsh terbilang tak mengejutkan karena dirinya sudah jarang bermain di klub.
Kemudian, menurunnya nilai pasar Jordi Amat juga diyakini karena usia dan level kompetisi yang dimainkannya.
Meski beberapa pemain keturunan mengalami penurunan harga pasar, ada beberapa di antaranya yang nilai pasarnya justru melejit usai tampil apik bagi Timnas Indonesia dan klubnya.
Siapa saja pemain keturunan di Timnas Indonesia yang nilai pasarnya melejit per Desember 2024 ini? Berikut daftarnya.
Baca Juga: Bikin Melongok! Statistik Jay Idzes Cetak Gol Hingga Bikin Juventus Mimpi Buruk
1. Kevin Diks
Kevin Diks menjadi pemain keturunan Indonesia yang nilai pasarnya melejit amat drastis, yakni meningkat sebesar Rp8,4 miliar.
Tercatat, bek milik FC Copenhagen itu saat ini memiliki nilai pasar sebesar Rp75,6 miliar dari sebelumnya hanya Rp67,2 miliar saja.
Peningkatan ini tak lepas dari performa Kevin Diks di FC Copenhagen yang saat ini mampu menjadi top skor klubnya di segala ajang dengan 9 gol.
2. Maarten Paes
Kiper kebanggaan Timnas Indonesia, Maarten Paes, juga mengalami peningkatan nilai pasar per Desember ini, yakni sebesar Rp5 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey