Suara.com - Elkan Baggott pernah menjadi andalan lini belakang Timnas Indonesia sebelum tersisih dan tak lagi dipanggil pelatih Shin Tae-yong.
Baggott bahkan masih diandalkan Shin Tae-yong pada awal tahun ini ketika Timnas Indonesia tampil di Piala AFF 2023.
Di sela-sela persiapan menuju turnamen itu, Elkan Baggott diketahui melakukan wawancara yang hasilnya tayang di laman resmi PSSi pada 15 Januari lalu.
Bek Blackpool FC itu menyebut bahwa menjadi warga negara Indonesia (WNI) dan bermain untuk tim nasional merupakan hal istimewa.
Baggott diketahui lebih memilih Timnas Indonesia meski dia punya paspor Thailand dan Inggris menyusul fakta dirinya lahir di Thailand dari ayah Inggris dan ibu Indonesia.
"Itu (menjadi Warga Negara Indonesia) adalah salah satu bagian terbesar dalam hidup saya. Saya menghabiskan sekira tiga tahun di sana (Indonesia), sebagian masa kecil saya," kata Elkan Baggott.
Baggott yang sejak muda berkarier di Inggris, mengakui membela Timnas Indonesia kadang menghadirkan perasaan aneh untuknya.
Pasalnya, dia harus terbang ribuan kilometer ke belahan bumi lain untuk bergabung dengan skuad Garuda sehingga harus berpisah jauh dari rekan-rekannya di Inggris.
"Rasanya memang sedikit aneh, karena terkadang bersama timnas bertanding di belahan bumi yang lain," kata Elkan Baggott.
Baca Juga: 3 Pemain Timnas Indonesia Wajib Starter Lawan Filipina, No.1 Krusial
"Dan kadang kami saling bertukar pesan seperti “sampai bertemu lagi, saya hanya ingin mengucapkan itu,” jadi saya banyak menerima pesan seperti itu," tuturnya.
Setelah tampil di Piala Asia 2023, Baggott tidak lagi dipanggil ke skuad Timnas Indonesia. Situasi ini menjadi sorotan, terutama setelah dia absen dalam playoff Olimpiade 2024 melawan Guinea U-23 pada Mei 2024.
Saat itu, Shin Tae-yong berharap Baggott bisa bergabung karena Timnas Indonesia tengah mengalami krisis di lini pertahanan, terutama setelah Rizky Ridho mendapatkan hukuman kartu merah.
Namun, absennya Baggott membuat Shin Tae-yong harus memaksakan Nathan Tjoe-A-On untuk berduet dengan Muhammad Ferarri dan Komang Teguh di jantung pertahanan.
Sayangnya, hasilnya tidak memuaskan. Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Guinea U-23, mengubur harapan untuk tampil di Olimpiade Paris 2024.
Keputusan Shin Tae-yong untuk tidak lagi memanggil Elkan Baggott menjadi pertanyaan besar. Saat dimintai keterangan, pelatih asal Korea Selatan itu memilih bungkam dan meminta media untuk bertanya langsung kepada Baggott.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
-
Istri Jenderal Hoegeng Meninggal di Usia 100 Tahun, Dimakamkan Besok
-
Kembalikan Uang Keuntungan Rp5,1 Miliar, Pengakuan Saksi di Sidang Korupsi Chromebook: Saya Takut
-
Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
Terkini
-
Kata-kata Pertama Emil Audero Usai Jadi Korban Lemparan Flare di Laga Cremonese vs Inter Milan
-
Drama Menit Akhir Bursa Transfer, Liverpool Blokade Curtis Jones ke Inter Milan
-
Malut United Jalin Kerja Sama dengan Klub Asuhan Jose Mourinho
-
Florian Wirtz Bisa Setara dengan Kevin De Bruyne, Hugo Ekitike Lebih Baik dari Fernando Torres
-
Adam Przybek Dikabarkan Gabung PSIM Yogyakarta, Bojan Hodak Buka Suara
-
Uji Coba Timnas Indonesia U-17 vs China, Berikut Harga Tiketnya
-
Dewa United dan Persija Jakarta Rebutan Ivar Jenner?
-
Cetak Hattrick di Arsenal, Pemain Keturunan: Sangat Indah Jika Bermain untuk Timnas Indonesia
-
Liga 1 Indonesia: Kekuatan yang Berkembang di Sepak Bola Asia Tenggara
-
Dari Fans Cilik Jadi Kiper Ajax, Maarten Paes Wujudkan Mimpi Masa Kecilnya