Salah satu media China melaporkan di laga itu 6 pemain mengalami patah tulang, 4 dari China, 2 dari Filipina. Amechazurra wafat di Barcelona pada 13 Februari 1965.
Selain Amechazurra, ada juga pemain yang lahir di Manila, Filipina serta membela Barcelona. Ia adalah Juan Torena. Pemain berposisi sebagai striker ini tercatat bermain 50 pertandingan dan mencetak 16 gol.
Sepanjang kariernya di Barcelona, pemain yang alih profesi sebagai aktor Hollywood ini mempersembahkan dua gelar juara Catalan Cup untuk Barcelona.
Suami dari artis Hollywood, Natalie Moorhead itu meninggal dunia di California pada 27 Juni 1983.
Tak hanya Barcelona, pemain keturunan Filipina ada juga yang bermain untuk Real Madrid. Ia adalah Eduardo Teus.
Teus tercatat lahir di Manila pada 6 November 1896. Teus menjadi bagian dari Real Madrid dari 1913 hingga 1919. Ia berposisi sebagai penjaga gawang.
Kariernya terhenti karena mengalami cedera cukup serius. Ia banting setir sebagai wartawan sepak bola dan sempat mendapat tugas dari diktator Spanyol, Jenderal Franco untuk melatih La Furia Roja.
Teus tercatat melatih Spanyol dari 1941 hingga 1942 dan memainkan 6 pertandingan (3 kali menang, 2 imbang dan 1 kali kalah). Teus meninggal dunia di Bilbao pada 1958 akibat stroke.
Lalu ada nama bek Real Madrid periode 1927-1928 Felipe Calderon Kaiman, Marcelino Gálatas eks striker Atletico Madrid dan Bilbao kelahiran Manila, serta masih banyak lagi.
Baca Juga: 3 Alasan Timnas Filipina Bisa Juarai Piala AFF 2024: Konsistensi Jadi Kunci untuk Raih Trofi
Sayangnya nama-nama besar di atas tak mampu membawa Filipina ke panggung internasional. Sepak bola di Filipina kemudian mengalami penurunan pamor hingga sekarang.
Sepak bola di Filipina faktanya tak pernah lebih populer dibanding basket atau bisbol. Menariknya, salah satu literasi sejarah menyebutkan bahwa faktor sepak bola Filipina tak maju ialah stigma negatif.
Bagi masyarakat Filipina sejak dulu hingga saat ini menganggap sepak bola sebagai olahraga ras campuran dan bukan berasal dari kelas sosial tinggi.
Sejumlah usaha coba dilakukan oleh federasi sepak bola Filipina namun bola basket tetap menjadi olahraga nomor satu di negara itu. Tak heran jika kemudian kemenangan bersejarah atas Thailand di Piala AFF 2024 dianggap hal biasa.
Berita Terkait
-
3 Alasan Timnas Filipina Bisa Juarai Piala AFF 2024: Konsistensi Jadi Kunci untuk Raih Trofi
-
Thailand Merana Gegara Gol Injury Time, Filipina Buka Peluang ke Final AFF
-
Shin Tae-yong: Meski Tersingkir di Piala AFF, Saya Yakin...
-
Penantian 52 Tahun, Filipina Akhirnya Bisa Kalahkan Thailand
-
Tekuk Timnas Indonesia di Piala AFF, Vietnam Diingatkan Tidak Besar Kepala
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Klasemen Liga Prancis: PSG Belum Nyaman di Puncak, Calvin Verdonk Cs Menguntit
-
Perkuat Jejaring Global, Persib Boyong Eks PSG ke Kedutaan Besar Prancis
-
John Herdman Sudah Ngobrol dengan Pemain Serba Bisa Kelahiran Finlandia Jelang FIFA Series 2026
-
1700 Hari Nganggur, Zinedine Zidane Sepakat Latih Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Reaksi Ipswich Town Lihat Elkan Baggott Mau Kembali Perkuat Timnas Indonesia
-
Prediksi Starting XI Italia vs Irlandia Utara: Gennaro Gattuso Pusing Banyak Pemain Cedera
-
Bos Go Ahead Bongkar Niat Jahat NAC Breda Permasalahkan Status WNI Dean James
-
Reuni Rasa Liga Inggris di GBK, Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis Jadi Panggung Panas
-
Calvin Verdonk Diserang Fans Marseille, Suporter Lille Minta Bantuan Warganet Indonesia