Suara.com - Patrick Kluivert secara resmi diumumkan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia oleh PSSI, menggantikan Shin Tae-yong. Mantan pemain dan pelatih asal Belanda ini diberi tanggung jawab besar untuk memimpin Timnas Garuda menuju target besar, yaitu lolos ke Piala Dunia 2026. Namun ada Denny Landzaat yang mendampingi Patrick Kluivert sebagai asisten pelatih, siapa dia?
PSSI memastikan bahwa Patrick Kluivert akan mengisi posisi pelatih timnas untuk periode dua tahun, dimulai dari 2025 hingga 2027, dengan kemungkinan perpanjangan kontrak berdasarkan pencapaian.
Sesuai rencana, Kluivert akan tiba di Indonesia pada Sabtu, 11 Januari 2025, dan diperkenalkan secara resmi sehari setelahnya.
Sebagai bagian dari timnya, Kluivert dikabarkan akan bekerja sama dengan dua asisten pelatih asal Belanda, Alex Pastoor dan Denny Landzaat.
PSSI juga berencana melibatkan asisten pelatih lokal untuk mendukung sinergi dalam pembinaan pemain.
Nama Denny Landzaat mencuri perhatian setelah muncul laporan terkait pandangannya terhadap situasi politik Indonesia.
Pada tahun 2010, Denny Landzaat mengungkapkan cerita keluarganya yang berasal dari Maluku, yang pada masa lalu memiliki hubungan dengan konflik Republik Indonesia.
Dalam pernyataannya, Landzaat mengungkapkan bahwa ibunya datang ke Belanda saat masih kecil bersama keluarga besar yang merupakan bagian dari tentara KNIL, yang saat itu berperang melawan Republik Indonesia.
Denny Landzaat juga menyebut bahwa sejarah keluarganya membuatnya merasa terhubung dengan masyarakat Maluku, hingga menjahit bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di sepatu bolanya.
Baca Juga: Elkan Baggott: Suatu Saat Saya Mau Seperti Dia...
"Karena asal usul dan sejarah saya, saya merasa sangat terhubung dengan masyarakat Maluku. Untuk menegaskan hal ini, saya juga menjahit bendera Maluku di sepatu sepak bola saya," kata dia dalam satu pernyataan pada November 2010 yang dipublikasikan Voetbal International.
Selain itu, Denny Landzaat pernah melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah Indonesia, menuduh adanya pelanggaran hak asasi manusia terhadap masyarakat Maluku.
Denny Landzaat bahkan menolak undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menghadiri pertemuan bersama pemain sepak bola keturunan Indonesia, dengan alasan solidaritas terhadap perjuangan Maluku.
Meskipun kisah ini menuai beragam reaksi, peran Landzaat di dalam tim pelatih Timnas Indonesia masih menjadi fokus utama.
Kolaborasi dengan Patrick Kluivert dan Pastoor diharapkan mampu menghadirkan perubahan positif bagi sepak bola Indonesia, terutama dalam mengejar target lolos ke Piala Dunia.
Penunjukan Kluivert membawa harapan baru bagi penggemar sepak bola Indonesia. Dengan pengalaman internasionalnya sebagai pemain dan pelatih, ia diharapkan mampu meningkatkan performa Timnas Garuda di kancah dunia.
Dukungan dari tim pelatih yang solid serta komitmen PSSI untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih baik menjadi modal penting untuk mencapai target ambisius ini. (Voetbal International)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar