Suara.com - Profil Maarten Stekelenburg, mantan kiper Timnas Belanda yang diisukan masuk ke tim pelatih Patrick Kluivert di Timnas Indonesia.
Maarten Stekelenburg bukan pemain sembarangan, sosoknya merupakan andalan Timnas Belanda medio 2001 hingga 2021 yang lalu.
Selama itu, Stekelenburg mencatatkan 64 penampilan, termasuk salah satunya di final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan melawan Spanyol.
Stekelenburg pun baru pensiun di saat usianya sudah menginjak 43 tahun, tepatnya pada 2023 lalu dan kini diketahui masih menganggur.
Rumor Stekelenburg merapat ke Timnas Indonesia ini dibarengi dengan rumor merapatnya Dirk Kuyt, eks striker Timnas Belanda.
Kuyt diisukan dipanggil Kluivert meski saat ini berstatus pelatih klub kasta teratas Liga Belgia, Berschoot VA.
Menarik dinantikan apa yang bakal terjadi ke depan, sebelum itu berikut profil singkat Maarten Stekelenburg.
Profil Maarten Stekelenburg
Stekelenburg merupakan produk asli Ajax Amsterdam, ia bermain untuk tim U-19 mulai tahun 1999 hingga masuk ke tim utama pada 2001.
Baca Juga: Mengira-ngira Gaji Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor: Lebih Tinggi STY?
Sepuluh tahun berlalu, pada 2011 ia hijrah ke Italia bersama AS Roma, meski hanya dua musim bertahan di Serie A.
Stekelenburg kemudian bergabung Fulham pada 2013, setahun kemudian bergabung AS Monaco di Liga Prancis sebagai pinjaman.
Tahun 2015, Stekelenburg kembali ke Liga Inggris tetapi lebih sering sebagai pemain pinjaman sebelum dibeli Everton pada 2016.
Dan akhirnya kembali ke Ajax dengan status bebas transfer pada 2020, tiga tahun kemudian ia memutuskan untuk pensiun.
Sepanjang karier, Stekelenburg sukses mengoleksi 11 trofi bersama Ajax Amsterdam dan semuanya merupakan trofi domestik.
Karier terbaiknya bersama tim nasional adalah ketika membawa Belanda berakhir sebagai runner-up Piala Dunia 2010.
Biodata Singkat Maarten Stekelenburg
Nama Lengkap: Maarten Stekelenburg
Tanggal lahir / Umur: 22 Sep 1982 (42 Tahun)
Kewarganegaraan: Belanda
Tinggi: 1,97 m
Posisi: Kiper
Mantan pemain internasional: Belanda.
Kontributor: Eko
Berita Terkait
-
Mengira-ngira Gaji Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor: Lebih Tinggi STY?
-
Patrick Kluivert Incar 4 Poin Lawan Australia dan Bahrain, Bisa Lolos Langsung ke Piala Dunia 2026?
-
Pagi Lihat Stadion GBK, Siang Jumpa Menpora, Patrick Kluivert Kedipkan Mata
-
Profil Irfan Bachdim: Eks Bomber Timnas Indonesia, Asisten Pelatih Patrick Kluivert
-
Patrick Kluivert Datang, 2 Pemain Keturunan di Inggris Dipantau
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey