PFII Bakal Bermarkas di Bali, Emiten WINE Bidik Peluang dari Masuknya Investor Global

Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:44 WIB
Ilustrasi WINE. (Freepik)
  • PT Hatten Bali Tbk memproyeksikan pertumbuhan bisnis menyusul pengesahan undang-undang Pusat Finansial Internasional Indonesia pada 21 Juli 2026.
  • Kehadiran investor global dan individu kaya di Bali berpotensi meningkatkan permintaan produk anggur lokal segmen premium Hatten Bali.
  • Pemerintah berencana menjadikan Bali sebagai lokasi permanen kawasan finansial tersebut sementara operasional awal dimulai di Jakarta.

Suara.com - PT Hatten Bali Tbk (WINE) melihat peluang pertumbuhan bisnis dari rencana kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali. 

Kehadiran kawasan finansial tersebut dinilai berpotensi mendorong masuknya investor global dan meningkatkan permintaan terhadap produk premium, termasuk anggur lokal.

Bagi Hatten Bali, peluang dari PFII tidak hanya berasal dari sektor jasa keuangan.

Masuknya investor asing, pemegang golden visa, wealth manager, serta institusi global dinilai dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di Bali, termasuk sektor hospitality dan makanan dan minuman premium.

Direktur Utama PT Hatten Bali Tbk, Ida Bagus Rai Budarsa, mengatakan rencana PFII menjadi sinyal bahwa Bali berpotensi semakin terhubung dengan pasar global.

“PFII adalah sinyal bahwa Bali sedang menulis babak baru untuk audiens global. Begitu pulau ini makin dihuni orang-orang kaya dunia dan investornya, kami ingin anggur Hatten jadi bagian dari cara mereka menikmati Bali, di meja makan maupun dalam cerita yang kami bagikan tentang pulau ini,” kata Ida Bagus Rai Budarsa dalam siaran pers yang diterima, Kamis (13/8/2026).

Untuk itu, PFII menawarkan sejumlah insentif bagi perusahaan keuangan yang memenuhi persyaratan, antara lain pajak korporasi nol persen hingga 50 tahun, pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta kemudahan kepabeanan dan visa, termasuk jalur golden visa bagi investor asing.

Hatten menilai, karakteristik kawasan finansial internasional seperti Dubai International Financial Centre (DIFC) di Dubai menunjukkan adanya potensi peningkatan aktivitas dari kelompok individu dengan kekayaan tinggi atau high-net-worth individuals (HNWI), family office, dan komunitas internasional.

Sebagai produsen anggur asal Bali, Hatten melihat kondisi tersebut dapat membuka ruang bagi pertumbuhan segmen produk premium.

Perseroan saat ini memiliki jaringan ritel dan hotel, restoran, dan kafe (HoReCa) yang mencakup lebih dari 1.500 restoran dan 900 hotel. Hatten juga telah membuka gerai Cellardoor Jakarta.

Selain itu, Hatten akan meluncurkan lini label Avara dan Ekko yang disebut telah meraih medali dalam AWC Vienna 2025. Produk tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi perseroan di segmen premium.

Menurut Hatten, apabila Bali ditetapkan sebagai lokasi permanen PFII, kondisi tersebut dapat memberikan peluang bagi perseroan untuk memperluas pasar di segmen premium.

PFII memberi peluang di sektor usaha keuangan yang luas dan secara kelembagaan akan memiliki dewan, pengelola, pengawas serta pengadilan khusus. [Suara.com/Syahda]

Kedekatan operasional dan basis bisnis Hatten di Bali menjadi salah satu modal untuk menangkap peluang tersebut.

Meski demikian, perseroan masih akan memantau perkembangan PFII, khususnya aturan pelaksana yang diperkirakan terbit dalam enam bulan setelah undang-undang disahkan serta keputusan pemerintah mengenai lokasi final kawasan tersebut.

Sebagai informasi, PFII merupakan kawasan finansial yang baru disahkan DPR menjadi undang-undang pada 21 Juli 2026.

Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa kawasan permanen PFII direncanakan berada di Bali, meskipun lokasi finalnya belum diumumkan secara resmi.

Pada tahap awal, PFII akan menjalankan pusat operasional di Jakarta, tepatnya di gedung Danareksa milik Danantara.

Sementara itu, Bali disiapkan sebagai lokasi kawasan permanen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Bali Barat dan Kawasan Ekonomi Khusus Sanur sebagai sejumlah kandidat lokasi.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com