Suara.com - Interpreter yang membantu Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo alias Jeje, mengalami nasib nahas seusai kontraknya berakhir. Sebab, visanya kini telah habis sehingga ia harus mengungsi di Malaysia.
Kontrak Jeong Seok-seo alias Jeje sebagai penerjemah di Timnas Indonesia memang telah resmi berakhir seiring dengan pemutusan hubungan kerja yang dialami Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala pada awal Januari 2025.
Dengan berhentinya masa kerja Shin Tae-yong itu, berakhir pula masa kerja seluruh staf pelatih maupun ofisial yang membantunya di skuad Merah Putih, termasuk Jeje yang selama ini menjadi penerjemah STY.
Sayangnya, setelah ‘kehilangan pekerjaan’, Jeje justru mengalami nasib yang kurang mengenakkan. Sebab, dia sampai harus mengungsi terlebih dahulu ke Malaysia karena visanya telah habis.
Menurut pengakuan Jeong Seok-seo, situasi tidak menyenangkan ini sangat berkaitan erat dengan PHK yang dilakukan oleh PSSI. Sebab, pemutusan hubungan kerja itu dilakukan secara mendadak, sehingga ia tak bisa mempersiapkan segala keperluan.
“Visa habis karena diberhentikan secara mendadak tanpa persiapan. Jadi, ke sini dulu,” bunyi caption yang ditulis oleh Jeje dalam sebuah unggahan di akun media sosialnya tersebut, dikutip Sabtu (18/1/2025).
Sebagai informasi, Visa merupakan sebuah dokumen izin masuk seseorang ke suatu negara yang bisa diperoleh di kedutaan. Visa adalah tanda bukti boleh berkunjung yang diberikan kepada penduduk suatu negara jika memasuki wilayah negara lain.
Meskipun demikian, tidak dijelaskan secara spesifik oleh Jeje apa yang sedang dia lakukan di Malaysia. Kemungkinan besar hal ini dilakukan untuk memperpanjang izin tinggalnya di Indonesia.
Jeje sebelumnya memang telah mengakui apabila pemecatan PSSI terhadap Shin Tae-yong memang sangat mendadak dan mengejutkan. Sebab, kepastian ini diberikan PSSI hanya sehari sebelumnya.
Baca Juga: Saddil Ramdani Ditakuti di Malaysia, Modal Dilirik Patrick Kluivert ke Timnas Indonesia
“Pokoknya sehari sebelum pengumuman itu kita benar-benar enggak tahu, kalau beneran terjadi itu [pemecatan STY],” kata Jeje saat berbincang dengan Valentino Simanjuntak di kanal YouTube Jebreeetmedia.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Shin Tae-yong. Saat diwawancarai media Korea Selatan, STY juga mengatakan bahwa pemecatan itu memang disampaikan secara mendadak oleh pihak federasi.
“[PSSI] baru memberi tahu pemecatan saya pada pukul 9.40 pada tanggal 6 dan mengumumkan bahwa pelatih baru akan tiba pada siang hari itu,” kata Shin Tae-yong dilansir dari media Korea Selatan, Yonhap News.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Saddil Ramdani Ditakuti di Malaysia, Modal Dilirik Patrick Kluivert ke Timnas Indonesia
-
Berapa Nominal Kompensasi Shin Tae-yong? PSSI Sampai Digosipkan Tak Kuat Bayar
-
Berapa Tinggi Jairo Reidewald? Eks Pemain Premier League, Calon Gelandang Timnas Indonesia
-
Thom Haye: Kepergian Shin Tae-yong Tidak Terduga
-
3 Pemain Timnas Indonesia Era Luis Milla yang Bisa Dijajal Kluivert
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123