Suara.com - Patrick Kluivert resmi menggantikan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia hingga dua tahun ke depan.
Sebelumnya, Timnas pernah ditangani Luis Milla dan Simon McMenemy, dengan Milla memberikan perubahan signifikan, terutama dengan mempromosikan pemain muda ke level senior.
Luis Milla menjabat sebagai pelatih dari Maret 2017 hingga Agustus 2018, menyuguhkan permainan menarik dan memberikan kesempatan bagi banyak pemain Timnas U-23.
Meski era Milla diikuti oleh Bima Sakti dan Simon McMenemy, era Shin Tae-yong kurang memanfaatkan pemain utama dari periode Milla.
Kini, di bawah Patrick Kluivert, ada peluang bagi pemain-pemain tersebut untuk kembali mendapat kesempatan.
Hanif Sjahbandi belum dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia dalam kompetisi resmi.
Berbeda dengan era Luis Milla, di mana Hanif selalu menjadi bagian dari skuad.
Hanif telah mencatat sembilan caps untuk Timnas Indonesia, dengan laga terakhir bersama Timnas terjadi pada Oktober 2019 di kualifikasi Piala Dunia 2022 bersama Simon McMenemy.
Baca Juga: Ayah Pemain Keturunan: Anak Saya Siap Main di Timnas Indonesia, Tunggu Kabar PSSI
Di level klub, perannya bersama Persija Jakarta sangat vital.
Musim ini, ia tampil dalam 18 pertandingan di BRI Liga 1, mencetak dua gol.
Kini, di usia emas, Hanif Sjahbandi dapat kembali menunjukkan kemampuannya sebagai gelandang jangkar di Timnas Indonesia era Patrick Kluivert.
Timnas Indonesia memiliki banyak pilihan pemain di sektor sayap, termasuk Saddil Ramdani yang sering beroperasi di sayap kanan.
Saat ini, pemain berusia 26 tahun tersebut berkarier di Sabah FC, Liga Malaysia sejak 2021/2022.
Tag
Berita Terkait
-
Ayah Pemain Keturunan: Anak Saya Siap Main di Timnas Indonesia, Tunggu Kabar PSSI
-
Patrick Kluivert: Timnas Indonesia Tidak Pernah Sedekat Ini Lolos ke Piala Dunia
-
Silsilah Keluarga Jairo Riedewald: Mengalir Darah Ambon-Manado
-
Timnas Indonesia U-17 Bantai Klub Binaan Coach Justin dengan Skor 13-0
-
Top Skor Bangkok United Pamer Dimasakin Pratama Arhan: Chef Indonesia
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Hanya Bergantung Nama Jokowi, Posisi Gibran Dinilai Rentan Terdepak dari Bursa Cawapres Prabowo 2029
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Bomber Haus Gol Keturunan Indonesia: Umur 23 Tahun, 19 Laga 15 Gol, Siapa Dia?
-
Pergi Saat Lagi Sayang-sayangnya, Ryo Matsumura Tulis Perpisahan Mengharukan untuk Persija
-
Sayang PSSI Sementara Stop Naturalisasi, Padahal Bek PSV Ini Bisa Bela Timnas Indonesia
-
5 Fakta Tim The Sugar Boyz Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Nasib Orang Dzalim ke Emil Audero Sungguh Tragis
-
Badai Cedera Hantui Debut John Herdman di FIFA Series 2026
-
Mengupas St Kitts and Nevis, Lawan Perdana Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Alasan PSSI, Naturalisasi Mustahil Dilakukan Jelang FIFA Series 2026 Maret Mendatang
-
FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Tanpa Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru
-
Di Tengah Penangguhan Sanksi FIFA, Klub Malaysia Datangkan Pemain Naturalisasi Harimau Malaya