Suara.com - Perang urat syarat antara pelatih Timnas Australia, Tony Popovic, dengan Patrick Kluivert sebagai juru racik terbaru Timnas Indonesia telah mulai meletup menjelang pertemuan keduanya pada lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Tony Popovic, yang kini telah ditunjuk mengasuh Timnas Australia, memang memiliki catatan sejarah dengan Patrick Kluivert. Ini bakal menjadi momen adu strategi yang menarik antara keduanya.
Saat masih aktif bermain bermain, Popovic punya sejarah dengan Kluivert. Lelaki asal Belanda itu mencetak gol melawan Crystal Palace saat bermain untuk Newcastle United selama musim Liga Primer Inggris edisi 2004-05.
Tak hanya itu, Kluivert juga menghabiskan sebagian tahun-tahun awal kepelatihannya di Australia. Ia bertugas sebagai asisten pelatih Tottenham Hotspur saat ini Ange Postecoglou ketika menukangi Brisbane Roar pada tahun 2010.
Tony Popovic mengaku tidak punya banyak bahan untuk dianalisis menjelang perjumpaannya dengan Kluivert pada pertandingan yang berlangsung di Sydney Football Stadium, 20 Maret 2025.
Pasalnya, kata Popovic, Kluivert memang tak punya banyak pengalaman bekerja sebagai pelatih kepala. Sebagian besar kariernya dihabiskan menjadi asisten pelatih. Dia hanya bertugas jadi pelatih kepala ketika menangani Curacao dan tim asal Turki, Adana Demirspor.
"Kita akan melihat sejarah kepelatihannya. (Patrick Kluivert) belum lama menjadi pelatih kepala, tetapi kami telah melihat struktur permainannya,” kata Tony Popovic seperti dikutip dari ESPN.
Dari pengamatan Popovic, cukup sulit memprediksi gaya bermain skuad Merah Putih di bawah Kluivert. Pasalnya, ada perbedaan formasi yang digunakan Kluivert bersama asistennya, Alex Pastoor, termasuk jika dibandingkan dengan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong.
"Dia pernah di Turki, dia pernah di Curacao, dan kami melihat dia memainkan formasi lima bek dengan Curacao dan di Turki dia memainkan formasi empat bek,” kata pelatih berusia 51 tahun tersebut.
Baca Juga: Karier Dan Prestasi Bung Towel, Si Mulut Pedas yang Kerap Bikin Fans Marah
“(Shin Tae-yong) memainkan formasi lima bek di Timnas Indonesia. Sedangkan asisten pelatih Kluivert, Alex Pastoor, selalu memainkan formasi tiga bek di klub yang dilatihnya,” ia menambahkan.
Terlepas dari situasi ini, Tony Popovic tetap tidak akan meremehkan kekuatan skuad Garuda. Menurutnya, Socceroos harus siap dengan gaya bermain apa pun yang bakal digunakan Kluivert saat berjumpa Australia.
"Apa pun itu, kami akan menganalisisnya. Kami harus menghormati lawan. Kami harus siap menghadapi cara bermain apa pun; bagaimana mereka ingin membangun dan bagaimana mereka ingin bertahan,” ujarnya.
"Dan untuk fokus pada permainan kami agar lebih baik, kami harus memperkuat beberapa prinsip dan fondasi yang kami coba terapkan pada bulan Oktober dan November karena ada jeda selama empat bulan,” lanjutnya.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Karier Dan Prestasi Bung Towel, Si Mulut Pedas yang Kerap Bikin Fans Marah
-
Aji Santoso: Tiga Pelatih Lokal Asisten Patrick Kluivert
-
Momen Gerald Vanenburg Jadi Asisten Erik Ten Hag di Ajax Amsterdam
-
Cerita Gerald Vanenburg Berani Lawan Johan Cruyff hingga Hiddink
-
Marselino Ferdinan: Pemain di Eropa Seperti Binatang Buas
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan
-
DPR RI Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery! Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia