Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes jelang penutupan bursa transfer musim dingin dirumorkan akan pindah ke raksasa Serie A Italia, Juventus.
Menurut jurnalis Italia, Antonello Angelini, klub berjuluk Bianconeri itu telah menjalin komunikasi dengan Venezia untuk merekrut Jay Idzes.
Namun Juventus tengah bimbang. Pasalnya Venezia yang tengah berjuang dari zona degradasi mematok harga tinggi untuk Jay Idzes.
Jay menurut laporan Angelini dipatok 20 juta euro atau setara dengan Rp340 miliar. Angka ini tak bisa ditawar oleh Juventus.
Di sisi lain, Juventus juga kabarnya selanngkah lagi akan mendapatkan bek asal Inggris yang bermain di Newcastle United, Lloyd Kelly.
Bek 26 tahun itu kabarnya juga sudah melakukan tes medis di Turin, Italia. Meski begitu menurut sejumlah media di Italia, Juventus harusnya lebih condong untuk rekrut Jay Idzes.
"Pemain Timnas Indonesia itu sejauh ini terbukti merupakan pemain yang sangat menjanjikan," tulis salah satu media Italia, Rompipallone.it seperti dilansir Suara.com, Senin (3/2).
Bahkan jika dibandingkan dengan Kelly, Jay Idzes dianggap masih lebih baik dalam hal adaptasi permainan di Serie A Italia.
"Kita berbicara mengenai pemain yang sudah berada di kompetisi ini dan adaptasinya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi," sambung media Italia.
Baca Juga: Erick Thohir Mendadak Upload Video Thom Haye: Berjuang Hingga Akhir
Jay Idzes Jadi Kapten Venezia
Sementara itu, sejarah baru dicetak oleh Jay Idzes. Sejarah tersebut diukir Jay saat pertandingan Udinese vs Venezia di dalam lanjutan Serie A Italia 2024/2025, Sabtu (1/2/2025) malam WIB.
Dalam pertandingan yang beralhir 3-2 untuk kemenangan Udinese, Jay Idzes memasuki lapangan Bluenergy Stadium dengan ban kapten terbalut di lengannya.
Pelatih Eusebio Di Francesco di Francesco mempercayakan Jay Idzes menjadi bek tengah dalam skema 3-5-2. Dia diapit Joel Schingtienne dan Fali Kande.
Pemain yang juga kapten Timnas Indonesia itu tampil penuh dalam laga ini, tetapi gagal menghindarkan timnya dari kekalahan.
Selain itu, dia jadi pemain Timnas Indonesia ketiga yang dipercaya menjadi kapten tim senior asal Eropa setelah Jordi Amat saat di KAS Eupen dan Kevin Diks di FC Copenhagen.
Jay Idzes sebelumnya memang dianggap memiliki kemampuan yang tak hanya baik secara teknis sepak bola, tetapi juga kepemimpinan.
Hal itu sempat diutarakan manajer Timnas Indonesia, Sumardji, terkait alasan Shin Tae-yong memberikan ban kapten kepada Idzes saat Asnawi Mangkualam dan Jordi Amat tidak bermain.
"Saya yang selama ini di tim, karakter Jay, kepemimpinan Jay menurut saya pribadi dan juga tim semuanya, coach Shin juga menilai, Jay paling layak untuk menjadi kapten," kata Sumardji pada 12 November tahun lalu saat Jay Idzes ditunjuk jadi kapten lawan Jepang.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Mendadak Upload Video Thom Haye: Berjuang Hingga Akhir
-
Shin Tae-yong Merasa Difitnah, Justin Hubner Langsung Bereaksi
-
Patrick Kluivert Coret Jordi Amat, Elkan Baggott Masuk DSP Timnas Indonesia vs Bahrain dan Australia?
-
Lebih Muda dari Marselino! Mampukah Evandra Florasta Tembus Skuat Garuda di Piala Asia U-20?
-
Anak Shin Tae-yong: Kami Tidak Akan Tinggal Diam
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil