Suara.com - Ragnar Oratmangoen dan Jay Idzes menjadi bagian dari kemenangan bersejarah Go Ahead Eagles atas Ajax Amsterdam. Dalam pertandingan tersebut, tim mereka berhasil mengalahkan salah satu raksasa Liga Belanda dengan skor 2-1, menggoreskan kenangan mendalam bagi keduanya.
Saat itu, Ajax masih diasuh oleh pelatih ternama Erik Ten Hag, dengan skuad yang diperkuat nama-nama besar seperti Anthony, Dusan Tadic, dan Lisandro Martinez.
Ragnar dan Jay menjadi starter dalam pertandingan tersebut, meski Jay Idzes harus meninggalkan lapangan pada menit ke-70, digantikan oleh Boyd Lucassen.
Performa mereka yang solid membawa Go Ahead Eagles tampil percaya diri sejak awal laga. Bahkan, pada pertemuan pertama musim itu, tim mereka berhasil menahan imbang Ajax dengan skor 1-1.
Kemenangan ini bukan sekadar hasil dari kerja keras, tetapi juga momen yang menegaskan dominasi mereka di kandang.
Menghadapi tim sekuat Ajax di bawah asuhan pelatih sekelas Ten Hag tentu bukan hal yang mudah.
Namun, Go Ahead Eagles mampu memberikan kejutan besar berkat determinasi yang kuat.
Kini, Ragnar Oratmangoen dan Jay Idzes kembali berbagi lapangan, kali ini sebagai bagian dari Timnas Indonesia.
Kebanggaan mereka membela tanah leluhur begitu terasa, mengingat perjalanan panjang yang harus dilalui untuk mencapai momen ini.
Baca Juga: Ragnar Oratmangoen: Ini Memalukan!
Ragnar mengenang bagaimana Jay menjadi yang pertama kali memulai proses naturalisasi, yang kemudian menginspirasinya untuk melakukan hal serupa.
"Saya punya hubungan yang baik dengannya (Jay Idzes) karena ya, kami mengetahui asal-usul kami dari Indonesia. Kami sering membicarakan soal bermain untuk Indonesia tapi saat itu kami ragu bisa terwujud," katanya dilansir dari laman KitaGaruda.
Keakraban mereka semakin memperkuat chemistry di lapangan. Diskusi seputar warisan budaya dan ambisi bermain untuk Indonesia menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.
Kini, mereka tidak hanya membawa cerita masa lalu di Liga Belanda, tetapi juga harapan baru untuk Timnas Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?