Suara.com - Rafael Struick bawa kabar buruk dari Liga Australia, Rafael Struick kembali absen dalam pertandingan Brisbane Roar di A-League Australia. Dia menghangatkan bangku cadangan serelah kelar memperkuat Timnas Indonesia era Shin Tae-yong. Setelah itu Shin Tae-yong dipecat PSSI.
Striker Timnas Indonesia ini tak mendapatkan kesempatan bermain saat timnya menghadapi Western Sydney, setelah sebelumnya juga hanya duduk di bangku cadangan dalam laga melawan Melbourne City.
Sejak bergabung dengan Brisbane Roar, menit bermain Struick sangat terbatas. Sepanjang musim ini, Rafael Struick hanya tampil dalam sembilan pertandingan dengan total waktu bermain 236 menit.
Bahkan, dalam tiga laga terakhir, namanya tidak masuk dalam susunan pemain yang diturunkan pelatih Ruben Zadkovich.
Sebagai gantinya, sang pelatih lebih memilih Adam Zimarino dan Zacob Brazete untuk mengisi posisi striker utama.
Minimnya kesempatan bermain membuat Rafael Struick semakin sulit menunjukkan kemampuannya di kompetisi tertinggi Australia.
Kondisi ini pun membuat label "Camat" (Cadangan Mati) semakin melekat padanya di kalangan penggemar sepak bola Indonesia.
Brisbane Roar Terpuruk, Struick Ikut Tersingkir?
Brisbane Roar sendiri tengah mengalami musim yang berat. Klub hanya mampu mengumpulkan lima poin dari 14 pertandingan yang telah dijalani.
Baca Juga: 5 Pemain Timnas Indonesia Dicoret Indra Sjafri Jelang Piala Asia U-20, Ada Sosok Kunci Skuad Garuda
Dari jumlah tersebut, mereka hanya meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan 11 kekalahan.
Situasi sulit ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa pelatih lebih selektif dalam menurunkan pemain, termasuk keputusan untuk tidak memberikan banyak menit bermain bagi Struick.
Sebagai pemain yang sebelumnya selalu mendapat kepercayaan dari pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, kondisi ini tentu tidak menguntungkan bagi Struick.
Kini, dengan kehadiran Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, peran Struick di skuat Garuda juga bisa dipertimbangkan ulang, mengingat Kluivert ingin memastikan semua pemainnya mendapatkan waktu bermain reguler di klub masing-masing.
Persaingan Ketat di Lini Depan Timnas Indonesia
Situasi Struick semakin rumit dengan rencana naturalisasi Ole Romeny, striker Oxford United, yang akan diumumkan secara resmi pada 8 Februari 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement