Suara.com - Exco PSSI, Arya Sinulingga pernah mengatakan bahwa peluang Cyrus Margono dipanggil timnas Indonesia kecil. Sebab, federasi tidak ikut memprosesnya jadi WNI.
Cyrus Margono merupakan kiper yang sudah menjadi WNI. Ia memang lahir di Amerika Serikat, tapi punya darah Indonesia.
Akan tetapi, kiper 23 tahun tersebut menjadi WNI bukan dari jalur naturalisasi. Pasalnya, ia terlambat memilih kewarganegaraan.
Cyrus Margono pun akhirnya memilih menjadi WNI dengan bantuan Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga, Hamdan Hamedan.
Kini kiper kelahiran Amerika tersebut sedang bersinar di Liga Kosovo. Memang, ia baru saja bergabung dengan KF Dukagjini.
Menariknya performanya impresif yang berakhir mendapatkan penghargaan masuk sebagai Team of the Week pekan ke-20 Liga Kosovo.
Nah, yang jadi pertanyaan apakah penampilan apiknya bisa dilirik oleh Patrick Kluivert ke timnas Indonesia?
Sebab, Exco PSSI sebelumnya pernah menyampaikan bahwa peluang Cyrus Margono ke skuad Garuda sangat kecil karena tidak diurus melalui federasi.
"Di kami tidak pernah proses, bukan melalui PSSI. Saya bukan mau menyinggung orang ya, kami tidak pernah memang proses beliau (Cyrus Margono). Jadi tak ada rekomendasi apapun yang kami dapat," kata Arya dilansir dari kanal YouTube miliknya, Rabu (18/12/2024).
Baca Juga: Sudah Berapa Lama Indra Sjafri Jadi Pelatih Timnas Indonesia?
"Di tim kita pun talent scouting belum pernah dapat itu, kita gak pernah juga ajukan ke pelatih (Shin Tae-yong). 'Apakah Anda mau ini?' sambungnya.
Kini timnas Indonesia sudah berubah dari era Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert. Akankah pelatih Belanda itu bakal memanggil Cyrus Margono? patut dinantikan Maret 2025 mendatang.
Berita Terkait
-
Saddil Ramdani: Semua Pemain Ingin Perkuat Timnas Indonesia
-
3 Pemain Yaman yang Perlu Diwaspadai Timnas Indonesia U-20, Ada Striker Liga Arab Saudi
-
Jangan Salah Beli! Ini Daftar Harga Resmi Jersey Timnas Indonesia 2025 dari Erspo!
-
Mees Hilgers: Sudah Lama Saya Tidak...
-
Bertahun-tahun Jadi Pelatih Timnas, Indra Sjafri Dulu Main di Klub Apa?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?
-
5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie DInialdie?
-
8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali
-
Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel
-
YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius
-
Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi
-
Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing