Suara.com - Media Australia, The Roar, pesimis dengan potensi negaranya untuk bisa menang atas Timnas Indonesia, usai menganggap lawannya sebagai tim yang lebih baik.
Rasa pesimis itu utamanya muncul setelah Tony Popovic selaku pelatih Australia, memanggil nama-nama yang tak biasa untuk laga melawan Timnas Indonesia.
Terlebih dengan ulasan The Roar yang menyebut skuad Garuda sebagai tim yang jauh lebih baik ketimbang Socceroos berdasarkan pertemuan pertama, saat kedua tim bermain imbang 0-0.
“Ada cukup banyak peluang dan momen yang diciptakan oleh pemain Australia untuk mengambil poin, namun Indonesia adalah tim yang jauh lebih baik,” tulis The Roar.
Berdasarkan hasil di pertemuan pertama, The Roar pesimis Australia bisa menang dengan para pemain pilihan Tony Popovic.
Sebagai informasi, pelatih berusia 51 tahun itu harus kehilangan banyak pemain akibat cedera jelang menghadapi Timnas Indonesia dan China.
Di sektor pertahanan, Socceroos tak akan diperkuat Harry Souttar, Alessandro Circati, dan Jordy bos saat menghadapi Timnas Indonesia dan China.
Lalu Popovic secara mengejutkan mengabaikan nama-nama seperti Nestory Irankunda dan Mitchell Duke, dan lebih memilih memanggil Kusini Yengi yang baru sembuh dari cedera dan jarang bermain.
Dengan pemilihan pemain itu, The Roar menganggap Australia berada dalam situasi tak kondusif jelang melawan Timnas Indonesia dan China.
Baca Juga: Analisa: Ragnar Oratmangoen dan Justin Hubner Absen, Siapa Gantinya Lawan Australia
Khusus untuk Timnas Indonesia, The Roar menyebut skuad Garuda akan jadi lawan yang berbahaya atau Tricky bagi Australia, berdasarkan pencapaiannya di grup C sejauh ini.
“Indonesia akan menjadi lawan yang rumit dan terorganisir dengan baik yang telah mereka buktikan di seluruh babak penyisihan grup sejauh ini,” lanjut The Roar.
Sekadar informasi tambahan, Timnas Indonesia sejauh ini bisa mengimbagi torehan poin Australia di grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dari enam pertandingan yang telah dimainkan di grup C, tim Merah Putih telah mengoleksi enam poin, atau terpaut satu poin saja dari Australia di posisi kedua.
Jika Australia tak kunjung berbenah bersama Popovic, maka potensi Socceroos untuk bisa lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 via jalur Runner Up grup C bisa direbut oleh Timnas Indonesia.
Kesempatan Timnas Indonesia menyalip Australia di posisi kedua dan merebut tiket otomatis ke Piala Dunia 2026 pun cukup terbuka lebar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Haaland Kembali Jadi Pahlawan meski Norwegia Minim Peluang, Pelatih: Dia Finisher Terbaik di Dunia
-
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
-
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
-
Statistik Mengagumkan Bikin AS Monaco Yakin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Erling Haaland Buyarkan Mimpi Pantai Gading, Emerse Fae: Detail Kecil Jadi Pembeda di Piala Dunia
-
Gema "Cielito Lindo" di Mexico City! Ribuan Fans Padati Estadio Azteca, Jelang Meksiko vs Ekuador
-
Mengenal Orlando Gill: Dari Jualan Baju Jadi Pahlawan Paraguay di Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Amad Diallo Pantai Gading Tersingkir di Piala Dunia 2026: Pelajaran Mahal