Indonesia perlu memenangkan semua pertandingan tersisa untuk mengumpulkan 15 poin, sambil berharap Australia dan Arab Saudi kehilangan poin di pertandingan mereka. Namun, skenario ini dianggap hampir mustahil mengingat performa tim-tim pesaing.
Satu-satunya langkah paling realistis bagi Indonesia adalah menempati posisi ketiga atau keempat di klasemen akhir ronde ketiga, yang akan membawa mereka ke ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Namun, dengan performa saat ini, bahkan target tersebut tampak sulit dicapai.
Kekecewaan publik terhadap hasil buruk ini tidak lepas dari ekspektasi tinggi yang dibangun oleh PSSI dan Kluivert. Sebelum pertandingan melawan Australia, Kluivert menjanjikan kejutan dan optimisme tinggi meskipun waktu persiapan yang terbatas.
Ia yakin bahwa pengalaman para pemain yang bermain di klub-klub Eropa akan menjadi modal berharga untuk menghadapi tim-tim kuat di Asia.
Namun, kenyataannya di lapangan berkata lain. Meskipun Indonesia sempat menunjukkan perlawanan, mereka gagal memanfaatkan peluang, termasuk kegagalan penalti di awal pertandingan yang mempengaruhi momentum tim.
Sebaliknya, Australia tampil dominan dan berhasil mencetak lima gol, menunjukkan perbedaan kelas yang signifikan antara kedua tim.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan apakah tuntutan untuk memecat Kluivert muncul terlalu cepat. Di satu sisi, publik merasa kecewa karena hasil yang tidak sesuai harapan, terutama setelah janji-janji perubahan instan yang diusung oleh PSSI dan Kluivert.
Di sisi lain, adaptasi dan implementasi strategi baru memerlukan waktu, dan menilai kinerja pelatih hanya dari satu pertandingan mungkin tidak adil.
Namun, dalam dunia sepak bola, terutama di level tim nasional, tekanan untuk meraih hasil positif selalu tinggi. Apalagi dengan target besar seperti lolos ke Piala Dunia, setiap kekalahan akan diperbesar dan menjadi sorotan.
Baca Juga: Raut Wajah Bangga Pemain Keturunan Indonesia Samuel Silalahi Bela Norwegia
Kluivert dan timnya harus segera bangkit dan menunjukkan perbaikan dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026.
Pertandingan melawan Bahrain pada 25 Maret 2025 akan menjadi ujian berat berikutnya bagi Kluivert dan Timnas Indonesia. Kemenangan dalam laga ini sangat penting untuk menjaga peluang lolos, baik secara otomatis maupun melalui jalur play-off.
Selain itu, performa tim dalam pertandingan ini akan menjadi indikator sejauh mana Kluivert mampu mengatasi tekanan dan membawa perubahan positif bagi skuad Garuda.
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026
Kini tersisa laga melawan Bahrain, China dan Jepang, di mana Timnas Indonesia paling berpeluang meraih poin menghadapi dua tim yang disebutkan lebih dulu.
Namun, dengan kekalahan dari Australia maka ambisi untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 melalui ronde ketiga hampir mustahil tercapai.
Timnas Indonesia perlu menyapu bersih tiga laga tersisa dengan kemenangan jika ingin menempati peringkat kedua klasemen dan menemani Jepang lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2026.
Tambahan 9 poin jika mampu menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan membuat koleksi poin Timnas Indonesia menjadi 15.
Harapannya tentu Australia, minimal hanya menang sekali dan menelan kekalahan dua kali, atau menang sekali, imbang sekali dan kalah sekali dari tiga pertandingan sisa.
Namun jangan lupakan juga Arab Saudi yang menempel ketat. Arab Saudi tidak boleh menang lebih dari dua kali di sisa tiga pertandingannya.
Dengan skenario ini, tentu hal yang hampir mustahil. Melihat Australia tidak bisa menang melawan China atau Arab Saudi adalah hal yang sulit terjadi.
Satu-satunya langkah paling realistis untuk bisa lolos ke Piala Dunia 2026 adalah melangkah ke ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Syarat yang diperlukan adalah menempati posisi ketiga atau keempat di klasemen akhir ronde ketiga. Jika mampu mempertahankan posisi keempat seperti sekarang, Timnas Indonesia bisa melanjutkan perjuangan di ronde keempat.
Berita Terkait
-
Siapa Pengganti Mees Hilgers saat Timnas Indonesia vs Bahrain?
-
Alex Pastoor Didesak Gantikan Patrick Kluivert, Jika Tidak Timnas Indonesia Kalah Lawan Bahrain
-
Debut Pemain Keturunan Indonesia Adrian Wibowo di MLS, Bakal Dipanggil Patrick Kluivert?
-
Standar Ganda, Perbandingan Komentar Bung Towel terhadap Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong
-
3 Pemain Keturunan Kirim Kode Ingin Bela Timnas Indonesia, Ada Wonderkid Juventus
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Persija Siapkan Anggaran Besar untuk Shin Tae-yong, Bidik Gelar Juara dan Pentas Asia
-
Alasan Persija Lepas Hanif Sjahbandi Meski Kontrak Masih Panjang
-
Krisis Jelang Piala AFF 2026: FAM Depak Peter Cklamovski, Malaysia Kini Tanpa Pelatih
-
Persija Cuci Gudang, Shin Tae-yong Lepas Riko Simanjuntak dan Dua Pemain Lain
-
Sanksi Themba Zwane Diputus FIFA, Pelatih Afrika Selatan Ajukan Banding Resmi
-
Tayangan Piala Dunia 2026 Hilang di TVRI? Begini Solusinya
-
Cristiano Ronaldo Catat Rekor Unik di Piala Dunia 2026
-
Performa Mulai Jadi Sorotan, Cristiano Ronaldo Kini Titik Lemah Portugal di Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Picu Kontroversi, Dianggap Dapat Perlakuan Khusus FIFA
-
Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, FIFA Undang YouTuber Korsel Nonton Korea Selatan vs Meksiko