Salah satu media Inggris, BBC sempat mengulas bahwa apa yang dilakukan pemerintah China kepada sepak bola harus dihentikan.
"Pemerintah China dapat melakukan apapun yang diinginkan, dari mobil listrik, kecerdasan buatan, tetapi sepak bola satu pengecualian," tulis BBC.
Sejumlah analisis luar menegaskan bahwa pemerintah China terlalu mengintervensi, hal ini pangkal masalah sepak bola China.
Ketum PSSI-nya China, CFA, ialah Song Cai yang juga sekretaris partai Komunis China. Dia melaporkan semua urusan sepak bola kepada Administrasi Umum Olahraga dan bisa mengambil kebijaan dengan persetujuan badan ini.
"Artinya pemilihan pemain timnas, penyelenggaraan liga profesional, dan sebagainya semuanya dilakukan sesuai selera petinggi partai Komunis China," ulas chosun.
Faktanya data terbaru memperlihatkan turunnya ketertarikan kaum muda China pada sepak bola. Hanya terdapat 100 ribu pesepak bola yang terdaftar resmi di China.
Angka ini kurang dari sepersepuluh dari 1,3 juta penduduk Inggris. Tentu saja jumlah pesepka bola yang terdaftar secara resmi hanya 20 ribu sangat menyedihkan bagi China yang memiliki jumlah populasi 20 kali lebih besar.
"Sepak bola seharusnya dimulai dari akar rumpur, di mana orang-orang menendang bola di desa-desa, tetapi di China justru sebaliknya," kata jurnalis Mark Drier yang lama tinggal di China.
Selain ikut campur pemerintahan, sepak bola China dianggap tak berkembang juga disebabkan karena masalah korupsi.
Baca Juga: Piala Asia U-17: 3 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Tampil Gemilang
Eks pelatih China, Li Tie sempat mengatakan bahwa ia memberikan suap sebesar 3 juta Yuan untuk bisa menjadi pelatih tim nasional.
Akibat pengakuannya itu, Li Tie yang sempat bermain di Everton harus mendekam di penjara selama 20 tahun. Salah seorang pemain China juga mengakui praktek suap ada di pemilihan pemain tim nasional China.
"Pemilihan untuk tim nasional pada dasarnya 'penawaran terbuka', saya tidak dapat memainkan pertandingan level A jika saya tidak punya uang," ujar si pemain.
Masalah pelik yang dihadapi sepak bola China dalam beberapa tahun ke belakang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemain Timnas Indonesia di Stadion GBK pada 5 Juni mendatang.
Berita Terkait
-
Piala Asia U-17: 3 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Tampil Gemilang
-
Jangan Takut! Wonderkid Thailand Silva Mexes Cuma Dompleng Manchester United
-
PSSI Kasih Kepastian Kabar Shin Tae-yong Jadi Dirtek PSSI
-
3 Komentator Belanda yang Remehkan Timnas Indonesia, Disebut Negara Miskin
-
6 Pemain Abroad Timnas Indonesia yang Akan Habis Kontrak, Bertahan atau Pindah Klub?
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Daftar Pemain, Statistik, Jadwal Pertandingan
-
Timnas Indonesia Siapkan Senjata Rahasia, Jepang hingga Qatar Bisa Kaget di Piala Asia 2027!
-
4 Fakta Penting Sebulan Jelang Kick Off Piala Dunia 2026
-
Isyarat Ancelotti Jadikan Neymar Jimat Ruang Ganti Brasil di Piala Dunia 2026
-
Sebulan Jelang Piala Dunia 2026, Timnas Paling Dijagokan Juara Berdasarkan Analisa Ahli
-
Kritik Tajam Pep Guardiola Jelang Man City vs Crystal Palace: Saya Sama Sekali Tak Percaya VAR!
-
Marc Guehi Tegaskan Peluang Juara Manchester City Ada di Tangan Sendiri
-
Cristian Chivu Minta Inter Milan Fokus Hadapi Lazio di Final Piala Italia
-
Belum Puas Juara, Hansi Flick Targetkan Barcelona Raih 100 Poin
-
Profil Timnas Ghana: Wakil Afrika yang Nyaris Bikin Sejarah di Piala Dunia