Suara.com - Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan semakin gacor di Liga Thailand, bersama Bangkok United. Terbaru, ia mencatatkan dua assist bukan dari lemparan ke dalam untuk kemenangan timnya kontra Muangthong United.
Dalam laga tersebut Bangkok United menang dengan skor 2-1 di laga lanjutan Thai League 2024/2025, Sabtu (5/4/2025) malam. Dua gol kemenangan tim tuan rumah berkat assist dari Arhan.
Menariknya, umpan Arhan berujung gol bukan dari lemparan ke dalam yang identik dengan sang pemain. Namun, semua berawal dari skema bagus seperti terobosan dan umpan silang.
Pratama Arhan bermain sejak menit awal sebagai bek sayap kiri. Pemain berusia 23 tahun itu berlaga selama 86 menit kemudian digantikan oleh Peerapat Notchaiya.
Gol pertama Arhan dicetak oleh Muhsen Al Ghassani pada menit keenam. Ia menanduk bola ke dalam gawang setelah memanfaatkan umpan terukur eks penggawa PSIS Semarang tersebut.
Muangthong United sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat Kakana Khamyok pada menit ke-41. Itu setelah menerima assist Melvyn Lorenzo yang merupakan mantan striker Persela Lamongan.
Arhan kembali menunjukkan kegemilangannya pada menit ke-70. Mantan penggawa Tokyo Verdy tersebut memberikan umpan terobosan kepada Luka Adzic yang melepaskan tendangan keras ke gawang lawan.
Tidak ada lagi gol tercipta sampai peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Berkat Arhan, Bangkok United menang dengan skor 2-1 atas Muangthong United.
Kemenangan tersebut membuat Bangkok United menempel ketat Buriram United di puncak klasemen sementara Thai League. Klub Arhan kini ada di posisi kedua dengan raihan 63 poin dari 28 laga.
Baca Juga: Perbandingan 3 Pelatih Timnas Indonesia Kelompok Umur vs Korea Selatan, Indra Sjafri Apes!
Sementara Buriram di puncak klasemen cuma unggul satu angka. Tetapi, Buriram baru melakoni 26 laga sehingga berpotensi kembali melebarkan jarak dengan Bangkok United.
Sejauh ini, Arhan telah mencatatkan 13 penampilan untuk True Bangkok United di berbagai kejuaraan. Sang pemain telah melakukan empat assist.
Selain itu, Pratama Arhan sudah melahirkan tiga kartu kuning dalam 559 menit di atas lapangan. Catatan ini bisa dibilang bagus untuk lelaki yang sempat membela PSIS Semarang tersebut.
Performa impresif ini bikin Arhan berpeluang untuk mempertahankan posisinya sebagai starter. Ia harus tetap kerja keras karena Arhan sempat kehilangan tempat utama dalam empat laga terakhir.
Pratama Arhan Kehilangan Tempat di Timnas Indonesia
Meski tampil impresif bersama timnya, Pratama Arhan mulai tersingkir di Timnas Indonesia. Padahal, ia sempat menjadi andalan di era kepelatihan Shin Tae-yong.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?