Suara.com - Ole Romeny kembali tampil sebagai starter saat Oxford United menang tipis 1-0 atas Sheffield United dalam lanjutan pekan ke-40 Championship di Stadion Kassam, Sabtu (5/4/2025).
Kali ini, pelatih Gary Rowett menempatkannya sebagai playmaker, menunjukkan kepercayaan penuh meski sebelumnya ia hanya duduk di bangku cadangan.
Selama 67 menit bermain, Romeny berperan lebih sebagai penghubung antar lini ketimbang ancaman langsung ke gawang.
Bermain di belakang Mark Harris, penyerang Timnas Indonesia itu tak mencatatkan tembakan, tetapi tetap aktif membangun serangan.
Berdasarkan data Sofascore, ia memperoleh rating 6,8, bukan yang tertinggi di tim, namun cukup stabil untuk pemain di peran kreatif.
Dari 14 umpan yang dilepaskan, 11 di antaranya sukses, dengan akurasi sebesar 79 persen.
Dua umpan panjangnya juga berhasil, menunjukkan visi bermain yang cukup matang.
Selain itu, Romeny mencatat satu dribble sukses dari satu percobaan.
Namun, kontribusinya dalam duel udara belum maksimal, kalah dalam tiga percobaan.
Baca Juga: Debut dalam Laga Lawan China, Mampukah Emil Audero Penuhi Ekspektasi?
Di duel bawah, ia mencatat dua kemenangan dari empat kesempatan.
Meski kontribusinya tak terlihat dari statistik mencolok, Romeny tetap menjadi bagian penting dalam alur permainan Oxford, yang sukses mengamankan tiga poin berharga.
Komentar Ole Romeny usai Pertandingan
Ole mengatakan laga kontra Sheffield sangat luar biasa. Kemenangan ini menambah motivasi semua pemain untuk bangkit terus memburu kemenangan.
"Performa yang luar biasa dari tim, ayo terus melaju," kata Ole Romeny melalui Instagram Strories-nya selepas pertandingan.
Ole Romeny bergabung dengan Oxford United pada Januari 2025. Ia didatangkan dari klub asal Belanda, FC Utrecht.
Ole Romeny bisa dikatakan belum maksimal. Pemain 24 tahun itu baru bisa cetak satu gol dari 11 laga yang sudah dijalani di semua kejuaraan.
Kemenangan kontra Sheffield United sangat berharga buat Oxford. Perlahan-lahan, Oxford United bisa naik ke papan tengah klasemen EFL Championship 2024/2025.
Oxford United saat ini menempati posisi ke-18 klasemen sementara. Tim yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Erick Thohir itu mengoleksi 45 poin dari 40 penampilan.
Oxford United berjarak empat peringkat dari penghuni posisi teratas zona degradasi. Konsisten diperlukan agar mereka tidak terpeleset ke papan bawah.
Penampilan Oxford United juga tengah angin-anginan. Dari lima pertandingan terakhir mereka cuma mengemas dua kemenangan, satu imbang dan dua kekalahan.
Di Oxford United sejatinya ada pemain Timnas Indonesia lainnya yaitu Marselino Ferdinan. Namun, nasib Marselino lebih mengenaskan dari Ole Romeny.
Marselino sama sekali kesulitan mendapatkan menit bermain di klubnya saat ini. Ia belum sekalipun tampil di ajang liga.
Marselino Ferdinan tampil satu kali ketika Oxford United dihajar Exeter City, 1-3 di ajang FA Cup pada 11 Januari 2025. Itu pun ia hanya dimainkan selama satu menit, kemudian mendapat kartu kuning.
Ole Romeny dan Marselino Ferdinan Andalan Timnas Indonesia
Meski begitu, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan adalah pemain andalan Timnas Indonesia. Keduanya menjadi sosok menakutkan di lini depan.
Terbukti, duet Marselino dan Ole Romeny melahirkan kemenangan, 1-0 saat Timnas Indonesia menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, di ajang ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia beberapa waktu lalu.
Sebelum kemenangan itu, keduanya juga bermain saat melawan Australia. Sayang, saat itu kurang optimal hingga Timnas Indonesia dihajar Australia 1-5.
Meski begitu, Ole Romeny menjadi aktor penting di dua laga itu. Ia adalah pemain yang mencetak gol saat lawan Australia dan Bahrain.
Timnas Indonesia akan kembali tanding pada Juni mendatang dalam laga lanjutan Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Skuad Garuda akan menghadapi China (5 Juni) dan Jepang (10 Juni).
Timnas Indonesia membutuhkan poin untuk menjaga asa lolos ke babak berikutnya. Kemenangan menjadi hal wajib khususnya saat bersua dengan China. Ole Romeny dan Marselino Ferdinan kemungkinan besar masih akan dipanggil Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert.
Kontributor: Imaddin Adam
Berita Terkait
-
Debut dalam Laga Lawan China, Mampukah Emil Audero Penuhi Ekspektasi?
-
Pilih Timnas Indonesia, Emil Audero Curhat Tak Pernah Dipanggil ke Tim Senior Italia
-
Jurnalis Belanda Bandingkan Liputan Sepak Bola di Indonesia dan Eropa: Luar Biasa deh Pokoknya
-
Timnas Indonesia U-17 Diminta Membumi, Nova Arianto Pakai Aturan Ketat Soal Sosmed
-
Berupaya Jegal Timnas Indonesia U-17, Pelatih Yaman Akui Pakai Trik Berikut
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Hasil Akhir: Gol Telat Roman Paparyha Bawa Persis Solo Menang Dramatis
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi